Berita Viral dan TerUpdate

Thursday

Bolehkah Mandi Wajib Setelah Imsyak? Berikut Penjelasan Ahli Beserta Hukumnya

Bolehkah Mandi Wajib Setelah Imsyak? Berikut Penjelasan Ahli Beserta Hukumnya

Bolehkah Mandi Wajib Setelah Imsyak? Berikut Penjelasan Ahli Beserta Hukumnya

Setiap menjalankan ibadah puasa, terkadang muncul pertanyaan bagaimana hukumnya mandi harus atau mandi junub dilaksanakan sehabis sahur atau masuk waktu imsyak pada bulan Ramadhan?

Nah, pada bulan Ramadhan 1441 H atau Tahun 2020 ini, Tribun Bali mengulasnya lebih dalam bersama menggunakan pakar. Berikut ini ulasan mengenai bolehkah mandi harus setelah sahur?

Dilansir Tribun Bali via Tribunnews.Com, Dosen & Ketua LPM IAIN Surakata, Muh Nashiruddin, menjelaskan penerangan mengenai mandi wajib  selesainya sahur sebagai berikut.

Muh Nashiruddin, mengatakan bahwa mandi harus atau mandi junub tergantung pada saat yg tersisa untuk sahur.

"Sahur mempunyai waktu yang terbatas sampai terbitnya fajar sadik atau masuknya waktu subuh," kentara Nashiruddin.

Nashiruddin melanjutkan, jika ketika sahur tinggal sedikit, maka diutamakan melaksanakan sahur terlebih dahulu.

Kemudian setelahnya melakukan mandi harus.

Sementara itu, apabila waktu sahur masih panjang, lebih baik mandi wajib  dahulu kemudian dilanjutkan sahur.

"apabila waktu sahur masih longgar, usahakan mandi harus dahulu supaya tubuhnya higienis baru lalu melakukan sahur," tambahnya.

Nashiruddin menambahkan, terdapat hal yg perlu diperhatikan jika akan melakukan mandi harus sehabis sahur.

Menurutnya, sebelum sahur diutamakan buat membasuh kemaluan dan melakukan wudu.

Setelah itu kemudian sahur.

"Ada hadis yg diriwayatkan menurut Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, bila Nabi pada keadaan junub kemudian akan tidur lagi atau akan makan, maka Rasulullah akan berwudu sebagaimana wudunya buat salat," jelasnya.

Nashiruddin menjelaskan, bagi setiap Muslim dalam keadaan junub lantaran bekerjasama suami istri, apabila waktunya mencukupi, maka lebih baik mandi harus terlebih dahulu.

"Namun apabila nir mencukupi, diutamakan sahur terlebih dahulu lalu mandi harus, tetapi disunahkan buat berwudu terlebih dahulu," jelasnya.

Niat dan Tata Cara

Niat & rapikan cara mandi harus merupakan hal yang perlu diketahui buat membersihkan diri dari hadas besar .

Tata cara mandi wajib  yakni membasuh seluruh tubuh menggunakan air yang diawali niat.

Niat mandi harus adalah hal yg membedakan mandi harus dengan mandi biasa.

Ilustrasi mandi junub atau mandi harus (querty.Com)
Niat Mandi Wajib

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta'aala.

Artinya: Aku berniat mandi besar  buat menghilangkan hadats akbar fardhu karena Allah ta'aala.


Tata Cara Mandi Wajib


1. Niat.

Dua. Mendahulukan merogoh air wudu, yakni sebelum mandi disunatkan berwudu terlebih dahulu.

Tiga. Menghadap kiblat sewaktu mandi & mendahulukan bagian kanan berdasarkan dalam kiri.

4. Membaca 'Bismillahirrahmaanirrahiim,' pada permulaan mandi.

5. Membasuh seluruh badan menggunakan air, yakni meratakan air ke seluruh rambut & kulit.

6. Mendahulukan membasuh segala kotoran & najis berdasarkan seluruh badan.

7. Membasuh badan sampai tiga kali.

8. Membaca doa sebagaimana membaca doa selesainya berwudu.


Sebab Seorang Melakukan Mandi Wajib

Dikutip dari sumsel.Kemenag.Go.Id, Kamis (23/4/2020), berikut karena seorang melakukan mandi wajib :

- Bertemunya dua khitanan (bersetubuh) atau disebut Junub.

- Keluar mani lantaran bersetubuh atau sebab lainnya.

- Ketika seorang mangkat  global dan meninggalnya bukan meninggal syahid.

- Selesai nifas (bersalin, selesainya berhentinya darah yg keluar sesudah melahirkan).

- Wiladah (selesainya melahirkan).

- Selesai haid.

Bagi seseorang menggunakan hadas akbar dilarang melakukan hal-hal berikut adalah:

- Melaksanakan salat.

- Melakukan thawaf di Baitullah.

- Memegang kitab   suci Al-Qur'an.

- Membawa/mengangkat Kitab Al-Qur'an.

- Membaca Kitab Suci Al-Qur'an.

- Berdiam diri pada masjid.

(Sumber: Tribunnews.Com)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bolehkah Mandi Wajib Setelah Imsyak? Berikut Penjelasan Ahli Beserta Hukumnya