Berita Viral dan TerUpdate

Thursday

MENGAPA China Digugat Banyak Negara? Ini Keteledoran Besarnya Soal Corona Bikin Sedunia Menderita

MENGAPA China Digugat Banyak Negara? Ini Keteledoran Besarnya Soal Corona Bikin Sedunia Menderita

MENGAPA China Digugat Banyak Negara? Ini Keteledoran Besarnya Soal Corona Bikin Sedunia Menderita

Mengapa China akhirnya babak belur digugat rame-rame banyak negara terkait pandemi virus corona? Inilah kecerobohan akbar China sehingga Covid-19 merajalela, membuat banyak negara menderita.

Penyebaran virus corona telah merambah pada hampir semua penjuru global.

Pandemi yg asal dari negara China ini sudah mengakibatkan banyak pertarungan di global.

Hampir di seluruh kegiatan baik sektor ekonomi hingga sosial politik di semua dunia mandek lantaran corona.

Pemerintah pula mengupayakan buat memutus penyebaran virus ini.

Dari tua sampai muda, kaya & miskin seluruh terkena imbasnya.

Melihat penyebaran yang tak kunjung berkesudahan, beberapa negara pada dunia tak terima dengan China.

Amerika Serikat

Di Amerika Serikat contohnya, somasi aturan muncul di Kota Florida.

Ribuan masyarakat Amerika Serikat itu menuntut China buat menaruh ganti-rugi atas apa yang sudah terjadi.

Pemerintah China dinilai lalai pada menanggulangi penyebaran virus ini.

Berman Law Group di Miami sebagai firma aturan yg sebagai wadah gugatan class-action berdasarkan ribuan rakyat AS.

Dilansir menurut Kompas.Com, gugatan menurut rakyat Amerika Serikat itu membicarakan buat ganti-rugi miliaran dolan buat para korban menurut corona.

"Padahal, mereka mempunyai kemampuan buat menghentikan penyebaran virus ini pada termin awal," istilah firma hukum tersebut.

Selain itu, firma bernama Berman Law Group ini sudah bertekad untuk memperjuangkan hak semua warga  Florida & Amerika Serikat yang terkena pengaruh menurut corona atau covid-19.

Tak hanya pada Florida, pengusaha pada Las Vegas pula telah mendaftarkan somasi group action.

Tuntutannya tidak jauh tidak sama dari rakyat Florida, yakni meminta ganti-rugi miliaran dolar ke Pemerintah China.

Bukan tanpa alasan, somasi yg dari dari Las Vegas ini mempermasalahkan Pemerintah China yg seakan mengintimidasi para ahli, dokter, ilmuan, jurnalis bahkan ahli hukum pada awal kemunculan virus corona itu.

Pemerintah China dianggap tak menunjukkan informasi awal dan membiarkan corona menyebar secara luas.

Pada dua Januari 2020, pihak berwenang di China "mempermalukan" delapan orang dokter pada siaran TV nasional. Kedelapan orang ini dituduh sebagai, "penyebar hoaks" ha itu diberitakan oleh berbagai media.

Laporan investigasi dari tempat kerja fakta Associated Press pada pekan kemudian mengungkapkan apabila Ma Xiaowei menjadi Kepala Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan terdapat situasi parah dan kompleks ketika rapat bersama pejabat medis pada tingka provinsi 14 Januari lalu.

Baru dalam tanggal 20 Januari, Presiden Xi Jinping mengumumkan kemungkinan akan adanya endemi virus corona ke publik.

Eropa

Tak hanya berhenti di Amerika Serikat, pada Eropa jua sudah terjadi penuntutan terhadap Pemerintah China.

Lembaga pemikir di Inggris yang bernama Henry Jackson Society mengutarakan Pemerintah China wajib  bertanggung jawab lantaran sudah menutupi masalah virus corona semenjak awal kemunculannya.

Negara G-7 dipercaya bisa menggugat ganti rugi ke China sejumlah 3,2 triliun pound atau sekitar 61 ribu triliun.

John Sawers, Mantan petinggi intelijen Inggris MI6 jua membenarkan jika Pemerintah China telah menutupi perkara virus corona ini pad Desember 2019 dan Januari 2020.

Sektor pariwisata pada Eropa juga terkena imbasnya.

Tabloid Bild pada negara Jerman menerbitkan sebuah 'surat tagihan' sebesar 24 miliar euro jika di rupiahkan sebagai Rp 404 ribu triliun.

Ganti-rugi itu dipakai buat pendapatan pariwisata pada Jerman selama bulan Maret dan April.

Tak cukup hingga di situ, Blid jua meminta ganti rugi Rp 50 miliar euro & 149 miliar euro buat usaha mini  -menengah & GDP Jerman yang menurun pesat hingga dibawah 4,2 persen.

Selain itu, surat terbuka pada Presiden China jua dilayangkan oleh Blid.

"Pemerintahan & ilmuwan Anda sudah usang mengetahui bahwa virus corona sangat menular, namun Anda membiarkan seluruh global tidak mengetahuinya".

"Para ilmuwan utama Anda tidak merespons waktu para peneliti Barat ingin mengetahui apa yg terjadi di Wuhan," tambahnya.

Australia


Dilansir berdasarkan Kompas.Com, Mnteri Luar Negeri Australia Senator Marise Payne pula mendorong dilakukannya penyelidikan asal usul virus corona.

Menlu Australia ini yakin bila WHO nir akan pernah melakukan hal tersebut.

Menteri Dalam Neger Australia, Peter Dutton juga meminta China untul transparan tentang apa yg sebenarnya terjadi tentang virus covid-19 ini.

Hal ini buat menaruh warta pada puluhan keluarga pada Australia yang sudah mati lantaran masalah corona.

Dirinya sangat mengerti penderitaan famili yang ditinggalkan, sebab Menteri Dutton sempat positif virus corona dalam bulan Maret kemudian.

Penjelasan menurut China

Menanggapi aneka macam reaksi pada seluruh global yang terkesan menyalahkan Pemerintah China, mereka membuka suara.

Pemerintah negeri tirai bambu ini menyangkal apabila China menyembunyikan fakta mengenai Corona sejak awal kemunculannya.

Menurut mereka, perkembangan mengenai covid-19 atau corona selalu diberikan ke WHO.

Kedubes China di Canberra mempunyai pendapat jika Menteri Dalam Negeri Australia, Dutton bertindak menjadi juru bicara Amerika Serikat.

Menyelidiki China lantaran corona beliau nilai menjadi tindakan yg konyol.

Juru bicara Kedubes China mengungkapkan bila Amerika Serikat dalam hal ini memojokkan China.

Seperti yang diketahui, China dan Amerika Serikat terlibat perang dagang yg tak berkesudahan.

Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus (arstechnica.Com)

WHO jua menaruh bukti bila penyebab dari virus corona itu dari dari fauna, yakni kelelawar.

Meski bukti tadi telah diketahui, WHO masih belum mengetahui bagaimana infeksi pertama kali infeksi virus corona ini dapat terjadi pada insan.

Pendapat Pakar Hukum

Stephen L Carter, seseorang ahli aturan dari Yale University mempunyai pendapat atas kasus yang dipermasalahkan ini.

Menurutnya, negara China nir bisa digugat sang negara lain dalam masalah corona itu.

Hal ini dikarenakan Pemerintah China sudah dilindungi doktrin kekebalan kedaulatan yg sama seperti negara lainnya.

Doktrin kekebalan kedaulatan itu pula tdak dapat dihapuskan hanya karena penyalahgunaan wewenang Pemerintah China dalam menangani corona.

Selanjutnya, Stephen menuturkan jika doktrin tadi bersifat timbal-kembali.

Ini bisa diartikan suatu negara nir akan membiarkan rakyatnya menggugat negara lain bila kita tidak ingin rakyat negara lain menggugat kita.

(TribunStyle.Com/TsaniaF)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : MENGAPA China Digugat Banyak Negara? Ini Keteledoran Besarnya Soal Corona Bikin Sedunia Menderita