Berita Viral dan TerUpdate

Friday

Pemulung Curi Padi buat Isi Perut Kosong Keluarga, Polisi: Meski Dia Sakit, Tapi Tetap Cari Rongsok

Pemulung Curi Padi buat Isi Perut Kosong Keluarga, Polisi: Meski Dia Sakit, Tapi Tetap Cari Rongsok


Pemulung Curi Padi buat Isi Perut Kosong Keluarga, Polisi: Meski Dia Sakit, Tapi Tetap Cari Rongsok


Kisah menyayat hati tiba berdasarkan Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah.

Sekitar pukul 03.00 WIB, seseorang pemulung bertubuh kurus bernama Sumardi (41) terciduk warga  yang tengah ronda, mencuri padi pada sawah.

Kepada Kompas.Com Kapolsek Kebakkramat, AKP Agus Raino mengatakan Sumardi menyembunyikan padi output curian di keranjang motor bututnya.

Keranjang atau bronjongan tadi biasanya beliau isi menggunakan barang rongsokan, yg kini   sulit didapatkan lantaran perkampungan poly yg tutup pada tengah pandemic virus corona.

"Aksi pelaku (Sumardi) telah dicurigai masyarakat yang melaksanakan ronda malam. Pelaku dilarang & diperiksa isi bronjong tadi ternyata berisi padi yang baru saja dipetik atau dipotong karena masih basah," kata Agus Raino.

Warga yang kesal dengan tingkah Sumardi, membawanya ke Balai Desa Kaliwuluh buat diserahkan ke Polsek Kebakkramat.

Saat ditanya polisi, Sumardi mengaku terpaksa mencuri padi di persawahan bukan untuk dijual, namun buat mencukupi kebutuhan makan keluarga.

Kasat Reskrim Polres Karanganganyar AKP Ismanto Yuwono menyampaikan, menjadi kepala famili, Sumardi wajib  memberi makan 2 orang mertua, seorang istri, & 2 orang anak.

Anak bungsunya masih berusia tiga tahun.

Ismanto mengungkapkan Surmadi sebenarnya menderita penyakit asma, tetapi beliau wajib  permanen bekerja apabila tidak keluarganya akan kelaparan.

"Tidak terdapat yang bekerja selain beliau (Sumardi). Dia pula punya penyakit asma. Jadi, meskipun dia sakit bila tidak mencari rongsok keluarganya nir makan," kata Ismanto dikutip TribunJakarta.Com dari Kompas.Com, Kamis (23/4/2020).

Sumardi pun nir ditahan, warga  Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini dibebaskan.

Sumardi jua menerima donasi paket sembilan bahan utama (sembako) dari Polres Karanganyar berupa beras 10 kilogram, susu formula buat balita, minyak goreng, biskuit, dan mi instan.

Sumardi Sering Pulang Mulung menggunakan Tangan Kosong

Sebagai seseorang pemulung, penghasilan Sumardi tidak menentu.

Apalagi di tengah pandemi wabah virus corona atau Covid-19.

Gang-gang masuk perkampungan ditutup sehingga tidak sanggup mencari rosokan.

Sebelum pandemi corona, lanjut Isman, penghasilan Sumardi berdasarkan menjual rosok rata-rata menerima Rp 40.000 - Rp 50.000 per hari.

Uang itu hanya cukup buat membeli beras & susu buat anaknya yg masih kecil.

Sejak pandemi corona, penghasilan Sumardi turun drastis.

Sehari paling hanya mendapat Rp 20.000. Bahkan, nir sama sekali.

Sumardi & famili hanya makan nasi putih dan lauk berupa sambal korek.

"Ketika masuk kampung seluruh ditutup. Jadi tidak mampu cari rosok. Saat ini penghasilan beliau maksimal  Rp 20.000 per hari. Itupun kadang dapat, kadang tidak," tuturnya.

Curi Tabung Gas Karena Anak dan Istri Kelaparan, Bapak pada Bogor Babak Belur hingga Tak Berani Pulang

Perut anak & istrinya melilit menunda lapar, menciptakan seorang laki-laki  bernama Oma (30) berbuat nekat.

Warga Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu mencuri tabung gas di sebuah warung kelontong.

Kepada wartawan Kompas.Com, Oma menceritakan kronologi insiden mengiris hati tadi.

Oma mengaku sebelumnya ia merupakan karyawan di galat satu pabrik sandal.

Namun pabrik tempat Oma mengantungkan nasib rol tikar, akibat aturan pembatasan sosial berskala besar  (PSBB) terkait virus corona atau Covid-19.

Tak punya uang buat menutupi kebutuhan hayati, akhirnya niat buat mencuri muncul dalam hati Oma.

Oma yang baru pertama kali mencuri itu terpergok pemilik warung waktu sedang merogoh tabung gas.

Pemilik warung itu pun berteriak meminta tolong kepada masyarakat sebagai akibatnya membuat Oma tak sanggup melarikan diri.


Akibatnya, beliau terkepung lalu dihakimi massa hingga babak belur pada lokasi.

Pelaku langsung dibawa ke Polsek Tamansari bersama barang bukti.

"Sebenarnya saya enggak mau (nyuri) tapi kasihan sama anak istri belum makan. Anak terdapat empat," kata dia pada wartawan.

Oma membicarakan, sebelum mencuri tabung gas beliau sempat bertengkar hebat & diusir dari rumah sang istrinya, Jumat 17 April 2020.

Tak tahan dengan ocehan istri dan tangisan oleh anak membuatnya putus asa.

"Awalnya bertengkar sama istri gara-gara disuruh cari uang bila enggak pulangnya dimarahin terus, akhirnya terpaksa ngambil akan tetapi aku  sempat ragu juga saat itu. Ngambil enggak ngambil enggak, akhirnya ngambil dan ini baru pertama kali," ujarnya.

"Tiga minggu enggak kerja pabrik tutup lantaran virus (corona) itu jadi terpaksa (mencuri) pula dan tabung gas telah dibalikin lagi, saya sempat lari waktu itu lantaran terpojok akhirnya ditangkap & dipukulin massa," imbuhnya.

Oma mengaku hingga hari ini tidak berani pulang menemui istri dan empat anaknya pada Kecamatan Tamansari, lantaran belum mempunyai uang.

Dia pun terpaksa harus tinggal beserta orangtuanya pada Kecamatan Cijeruk.

Polisi Lakukan Pengecekan

Kapolsek Tamansari Ipda Kusnadi membenarkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Kampung Cimanglit, RT 004/RW 001, Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (17/4/2020).

Kusnadi berkata bahwa laki-laki  tadi tinggal beserta istri dan empat anaknya.

Kondisi kesulitan ekonomi dan kebutuhan hidup memaksanya buat pertama kali mencuri.

Awalnya, lanjut beliau, polsek menerima laporan pencurian lalu memerintahkan buat mengecek kediaman pria tersebut dan mencari tahu kondisi sebenarnya.

Setelah diperiksa, liputan laki-laki  tadi ternyata sahih adanya hingga akhirnya polisi memanggil kedua orangtua pelaku.

"Iya benar (pencurian) akan tetapi itu telah diserahkan ke keluarganya. Latar belakang kasus ini sesudah kita periksa si pelaku lapar sesudah pada PHK lantaran corona dan bingung mau cari makan ke mana," ujar beliau.

Namun, saat akhirnya tertangkap & ketahuan mencuri, laki-laki  tersebut dimaafkan sang korban & bahkan diberi donasi.

Menurutnya, korban atas nama Kokom merasa iba melihat seorang bapak-bapak mencuri lantaran lapar, bahkan dia tak tega memperkarakan ke pihak kepolisian.


"Secara persuasif kita panggil keluarganya karena pelaku ini kan baru di PHK pula. Jadi akhirnya ada konvensi antara korban dan pelaku ini. Korban (Kokom) bahkan ngasih sembako lantaran merasa iba melihat pelaku ini di PHK, jadi enggak diperpanjang lagi kasusnya dan sudah selesai, pelaku jua udah aman pada rumah ibunya," bebernya

(Sumber: tribunnews.com)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pemulung Curi Padi buat Isi Perut Kosong Keluarga, Polisi: Meski Dia Sakit, Tapi Tetap Cari Rongsok