Berita Viral dan TerUpdate

Monday

Pesan Terakhir Suami yang Meninggal akibat Covid-19, Istri Menangis Setelah 1 Bulan Tak Bertemu

Pesan Terakhir Suami yang Meninggal akibat Covid-19, Istri Menangis Setelah 1 Bulan Tak Bertemu

Pesan Terakhir Suami yang Meninggal akibat Covid-19, Istri Menangis Setelah 1 Bulan Tak Bertemu


Sebuah pesan yang dituliskan oleh seorang suami yang meninggal dunia akibat virus corona atau Covid-19 brhasil mencuri perhatian.

Pesan tersebut ditulis sang suami setelah ia menapatkan perawatan isolasi di rumah sakit akibat virus corona.

Sang istri pun menangis membaca surat suaminya yang sudah 1 bulan lamanya tak bertemu dan harus menerima kenyataan bahwa suaminya harus pergi untuk selamanya.

Saat ini, virus corona atau Covid-19 menjadi salah satu ancaman bagi seluruh masyarakat dunia.

Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang paling menderita akibat virus corona ini.

Dilaporkan hingga hari Minggu, (26/4/2020), sudah tercatat hampir ada 1 juta kasus positif dan 54 ribu orang meninggal dunia akibat Covid-19 di Amerika Serikat.

Salah satu korban meninggal dunia akibat Covid-19 di Amerika adalh seorang suami dan ayah bernama Jonathan Coelho (32).

Jonathan Coelho bekerja sebagai pegawai pengadilan Connecticut.

Istri Jonathan, Katie Coelho (33) bergegas ke rumah sakit di Danbury, Connecticut, Amerika, pada Rabu  (22/4/2020) sebelum jam 3 pagi untuk menemui sang suami.

Namun, usaha Katie sudah terlambat.

Suaminya, Jonathan Coelho (32), yang hampir sebulan dirawat karena akibat virus corona, keburu meninggal sebelum dirinya tiba.

Di saat bingung atas kepergian suaminya,  Katie  mengumpulkan barang-barang Jonathan membuka teleponnya.

Jon, sapaan akrab sang suami menyimpan sebanyak mungkin foto dirinya dan dua anak mereka.

Tetapi ada yang membuat Katie tertegun.

Suaminya meninggalkan pesan terakhir padanya.

Dilansir dari BuzzFeed, Jonathan menulis bahwa

Jon "sangat beruntung" dan bahwa Katie telah "memberi saya kehidupan terbaik yang dia bisa saya miliki."

Pasangan ini memiliki dua anak - Braedyn, 2,5 tahun dan Penelope, yang berusia sepuluh bulan.

Jonathan menambahkan bahwa dia "bangga" menjadi suami Katie, dan ayah Braedyn dan Penny.

"Aku mencintai kalian dengan sepenuh hati dan kamu telah memberiku kehidupan terbaik yang pernah aku punya.

Aku sangat beruntung, yang membuatku sangat bangga menjadi suamimu dan ayah bagi Braedyn dan Penny.

Katie, kamu adalah orang yang mengasuh yang paling cantik yang pernah saya temui ..

Kamu benar-benar satu ...

pastikan kamu menjalani hidup dengan kebahagiaan dan gairah yang sama yang membuat saya jatuh cinta dengan kamu.

Melihat kamu menjadi ibu terbaik bagi anak-anak adalah hal terhebat yang pernah saya alami, " kata Jonathan.

Dia juga menulis kalimat emosional untuk anak-anaknya, dengan mengatakan,

 Pesan terakhir yang dituliskan oleh Jonathan untuk istri dan keluarganya (Facebook)

"Biarkan Braedyn tahu dia adalah teman terbaik saya dan saya bangga menjadi ayahnya dan untuk semua hal luar biasa yang telah dia lakukan dan terus lakukan.

Biarkan Penelope tahu dia seorang putri dan dapat memiliki apa pun yang dia inginkan dalam hidup.

Aku sangat beruntung. Jangan ragu dan jika kau bertemu seseorang, jika mereka mencintaimu dan anak-anak, itu mencintaimu untukmu. Selalu bahagia apa pun yang terjadi, " katanya.

Katie yang terpana membaca pesan terakhir yakin Jon menuliskan pesan ini beberapa minggu lalu sebelum dia diintubasi.

"Meskipun dia berjuang untuk hidupnya selama sebulan terakhir, aku tahu sampai detik terakhir dia ingin memastikan anak-anak dan aku baik-baik saja," katanya.

"Dia tahu dia harus mengatakan sesuatu kepadaku karena aku belum bisa berbicara dengannya begitu lama."

Jonathan dinyatakan positif Covid-19 26 Maret hingga meninggal 22 April.

Dari 28 hari yang dihabiskannya di rumah sakit, Jonathan menggunakan ventilator selama 20 hari.

Sebelum terinfeksi Covid-19, Jon sudah sangat hati-hati sekali, khawatir kedua buah hatinya tertular.

"Suamiku mengenakan sarung tangan, masker, dia mencuci tangannya," kata Katie.

"Dia sangat waspada karena dia sangat takut dengan apa yang akan terjadi pada putranya jika dia terinfeksi."


 Potret Jonathan dengan kedua anaknya (Facebook)


24 Maret, Jon tahu telah melakukan kontak dengan seseorang yang dites positif terkena virus.

Jon tidak merasa sangat sakit - hanya kelelahan, migrain, dan tidak memiliki indera penciuman.

Setelah menjalani tes Jon dinyatakan positif Covid-19, lalu mengkarantina dirinya di bagian terpisah dari rumah.

Jon dan Katie bertemu saat mahasiswa di Western Connecticut State University.

Mereka mulai sebagai teman dekat, kemudian pacaran, dan akhirnya, pada 2013, menjadi suami dan istri.

Bersama-sama, mereka memiliki dua anak: Braedyn, 2,5 tahun dan Penelope, 10 bulan.

Katie dan Jon lama mendapatkan momongan.

Katie mengalami dua keguguran dan akhirnya menjalani program bayi tabung  IVF.

Braedyn dilahirkan dengan masalah neurologis yang parah dan awalnya diprediksi hanya bertahan enam minggu.

Ajaibnya, dia selamat.

Katie sekarang merawatnya penuh waktu.

(tribunnews.com)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pesan Terakhir Suami yang Meninggal akibat Covid-19, Istri Menangis Setelah 1 Bulan Tak Bertemu