Berita Viral dan TerUpdate

Thursday

BENARKAH Bumi Gelap Gulita pada Jumat 15 Ramadhan 2020 karena Isu Dukhan? Ini Kata Ustaz Abdul Somad

BENARKAH Bumi Gelap Gulita pada Jumat 15 Ramadhan 2020 karena Isu Dukhan? Ini Kata Ustaz Abdul Somad

BENARKAH Bumi Gelap Gulita pada Jumat 15 Ramadhan 2020 karena Isu Dukhan? Ini Kata Ustaz Abdul Somad


Beredar viral rumor bakal munculnya keberadaan Dukhan pada Jumat 15 Ramadhan 2020, bumi disebut akan gelap gulita dan diselimuti oleh kabut? Benarkah demikian? Simak penjelasan Ustaz Abdul Somad dan ahlinya.

Beberapa hari terakhir ini muncul berita yang cukup menghebohkan tentang kemungkinan munculnya kabut (dukhan) pada tanggal 15 Ramadhan 1441 H tahun ini.

Peristiwa Dukhanjuga disebut sebagai penanda datangnya hari kiamat ini disebut-sebut akan terjadi pada hari Jumat 15 Ramadhan 1441 H atau 8 Mei 2020 mendatang.

Isu terjadinya peristiwa Dukhan inipun jadi perbincangan viral di grup-grup WhatsApp (WA) dan media sosial (medsos) dalam beberapa hari terakhir.

Dukhan adalah salah satu nama surat di dalam Al Quran, Ad-Dukhan yang artinya kabut.

Ad-Dukhan adalah surat ke-44 dalam Al Quran yang memiliki 59 ayat. Makna kabut dalam Surat Ad-Dukhan diterangkan pada ayat 10 sampai ayat 15.

Isu ini lalu mendapat tanggapan dari berbagai pihak salah satunya Ustadz Abdul Somad.

Dan artikel ini akan menyertakan berbagai fakta tentang Dukhon atau benda asing yang mendekat dan berada di dekat bumi yang secara sains bisa menyebabkan Dukhan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan alumni Astronomi ITB, Andi Sitti Maryam yang dilansir dari Kompas.com.


Sudah dibahas Ustad Abdul Somad jauh hari


Dilansir Banjarmasinpost.co.id dari laman Youtube Taman Surga Net yang tayang pada 23 Februari 2020, beliau telah menjelaskannya kepada para jamaah di salah satu ceramahnya.

"Kalau nanti terjadi pertengahan ramadhan, akan terjadi begini-begini.

Setelah dihitung hitung hitungg... ternyata pertengahan ramadhan yang ada Jum'atnya itu nanti di ramadhan 1441 H (2020)," kata Ustadz Abdul Somad.

Menurut ustadz asal Sumatra Utara itu, tak ada seorangpun yang tahu tentang kejadian tersebut.

"Apakah itu akan terjadi di hadist itu? wallahu alam bishawab," ucap UAS.

"Mana kita tahu, dia belum terjadi," sambungnya.

Ustadz Abdul Somad hanya berpesan agar umat muslim untuk bersiap-siap.

"Tapi kita bersiap-siap, perlu....Andai terjadi, kita sudah siap," kata UAS.

Namun jika tidak terjadi, bukan berarti Nabi Muhammad harus dikatakan berbohong.

"Andai tak terjadi, berarti hadist-nya tak shahih, bukan Nabinya bohong,"

"Jadi kita cuma bisa siap-siap lah. Kalau misal terjadi, kita sudah siap," tambahnya.

Siap-siap ini dalam artian umat muslim terus meningkatkan ibadah kepada Allah SWT dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya amalan.

"Kalau tak terjadi berarti hadistnya palsu. Bukan berarti Nabi Muhammad pembohong. Karena kan tak ada realnya, bukti nyata, rekaman kalau Nabi pernah ngomong Qa La...," jelas Ustadz Abdul Somad.

Jadi jangan nanti kalau peristiwa tersebut tak terjadi bilang Nabi Muhammad pembohong. Hadist-nya yang tak sahih.

"Nanti kalau dengar ceramah yang modelnya prediksi, orang bilang akan seperti ini, seperti ini, siap-siap aja. Apa salahnya siap-siap...Tapi andai tak terjadi pun, kita sudah siap. wallahu alam bishawab," tutupnya.


Fakta tentang asteroid terdekat yang berpotensi mendekati bumi

Ancaman obyek-obyek dekat bumi (Near Earth Objects, NEOs) Saat ini ada lebih dari 20.000 asteroid dekat Bumi yang dikenal dengan Near Earth Asteroid (NEA), dan lebih dari seratus komet periode pendek yang mengorbit dekat dengan Bumi, Near Earth Comet (NEC).

Selain itu, terdapat sejumlah pesawat ruang angkasa yang mengorbit matahari dan meteoroid yang berukuran cukup besar yang berada dekat dengan orbit bumi.

Obyek-obyek dekat bumi ini dapat dilacak keberadaannya sebelum berpotensi mendekati atau menabrak bumi.

Meskipun demikian, masih banyak obyek yang belum dapat dideteksi, terutama yang berukuran kecil, namun tetap memiliki resiko yang besar justru karena keberadaan mereka tidak dapat diketahui sebelum mereka mendekati bumi.

Per Januari 2020 tercatat 2.044 obyek-obyek dekat bumi (NEOs) diklasifikasikan sebagai obyek yang berpotensi membahayakan bumi (Potentially hazardous object, PHO).

Beberapa syaratnya antara lain mereka memiliki jarak persimpangan orbital minimum dengan Bumi kurang dari 0,05 Satuan Astronomi ( atau 19,5 kali jarak bumi-bulan) dan memiliki magnitudo absolut sebesar 22 atau lebih cerah.

Beruntung, 98 persen dari objek yang berpotensi bahaya tersebut tidak akan berdampak pada bumi setidaknya hingga 100 tahun kedepan.

Manusia semakin menyadari potensi bahaya dari benda-benda luar angkasa tersebut.

Tidak dapat disangkal bahwa dampak hantaman di masa lalu dipandang berperan penting dalam membentuk sejarah geologis dan biologis bumi.

Termasuk kepunahan dinosaurus 66 juta tahun yang lalu, dipercaya akibat hantaman asteroid yang berdampak pada bencana global di bumi.

Oleh karena itu, mitigasi terhadap bencana obyek-obyek yang berasal dari luar angkasa terus dikembangkan.


Kabut Ad Dukhan?


Lalu, bagaimana dengan kemungkinan terjadinya peristiwa diselimutinya bumi oleh kabut tebal yang mampu menghalangi sinar matahari dan mengakibatkan kegelapan total?

Studi terbaru yang dimuat dalam the Proceedings of the National Academy of Sciences mengenai bukti sebab kepunahan dinosaurus bisa menjadi petunjuk mengenai apa yang terjadi saat bencana besar 66 juta tahun yang lalu tersebut.

Teori tentang dampak Asteroid besar yang menghantam bumi pada kepunahan dinosaurus adalah skenario yang paling kuat menurut para ahli.

Sebuah kawah besar, bernama Kawah Chicxulub, telah ditemukan terkubur di bawah tanah di Semenanjung Yucatan di Meksiko.

Asteroid itu cukup besar hingga mampu membuat kawah selebar 7 hingga 50 mil (11-80,5 kilometer).

Sebagian ahli menyebutkan lebarnya bahkan mencapai 90 mil (145 kilometer).

Para ahli mensimulasikan ulang peristiwa pasca jatuhnya asteroid di situs Chicxulub, di mana muncul awan debu yang cukup tebal, menyebar ke seluruh planet.

Debu ini mampu menghalangi sinar matahari dan mengakibatkan efek kegelapan di seluruh permukaan bumi.

Debu ini saja sudah cukup untuk membunuh secara perlahan.

Mula-mula ia membunuh tanaman, lalu hewan yang memakan tanaman, lalu hewan yang memakan hewan-hewan itu.

Selain itu, jatuhnya asteroid itu juga menyebabkan gunung-gunung terlempar ke langit lalu puing-puing jatuh ke bumi berupa butiran batu dan kaca.

Oleh karena itu, jika pertanyaannya adalah ‘Mungkinkah bumi gelap gulita diliputi kabut (Dukhan)?’, maka jawabnya adalah mungkin saja terjadi, meskipun (mungkin) belum dalam waktu dekat ini.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Isu Dukhan 15 Ramadhan, Mungkinkah Bumi Gelap Gulita Diliputi Kabut?".

Sebagian artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul 4 FAKTA Viral Isu Dukhan Jumat 15 Ramadhan 1441H atau 8 Mei, ini Kata Ustadz Abdul Somad & Pakar.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : BENARKAH Bumi Gelap Gulita pada Jumat 15 Ramadhan 2020 karena Isu Dukhan? Ini Kata Ustaz Abdul Somad