Berita Viral dan TerUpdate

Wednesday

KISAH NYATA: Puluhan Tahun Mbah Tasirah Tinggal di Kandang Kambing Bersama Cucunya

KISAH NYATA: Puluhan Tahun Mbah Tasirah Tinggal di Kandang Kambing Bersama Cucunya

KISAH NYATA: Puluhan Tahun Mbah Tasirah Tinggal di Kandang Kambing Bersama Cucunya

Sudah puluhan tahun Mbah Tasirah (70) bersama cucu lelakinya (25) tinggal di kandang kambing di Demak Jawa Tengah.

Perhatian warga setempat dan pemda cukup bagus memberikan santunan kepada mereka.

Mmbah Tasirah warga Desa Sedo, RT 6 RW 1, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak tinggal bersama cucunya di kandang kambing milik warga.

Dia tinggal di kandang kambing itu sudah puluhan tahun, sejak rumahnya roboh diterjang angin.

Mbah Tasirah (70) memilih mengasuh cucunya setelah ditinggalkan anaknya.

Mereka menempati kandang kambing milik perangkat desa (modin).

Kandang kambing itu dulunya adalah kandang kerbau.

Mbah Tasirah tak begitu hafal sejak kapan ia tinggal di kandang tersebut, warga menyebutnya sudah berpuluh tahun tinggal di sana.

Kendati demikian, Tasirah mengaku seringkali mendapatkan bantuan pangan dan sembako dari warga sekitar dan program pemerintah.

Meski usia sudah 70 tahun Mbah Tasirah masih bisa melakukan tanya jawab, meski kadang pertanyaan harus diulang.

"Geh ulam, uwos, lisah, pangan. Kangge maem kaleh putu kula, gendeng niku. (Ya, ikan, beras, minyak, makanan. Buat makan dengan cucu saya, ODGJ itu," kata Mbah Tasirah, Senin (11/5/2020).

Ia menjelaskan, anaknya tidak pernah mengurus dan menjenguk dirinya sekaligus cucunya.

Dia asuh cucunya itu sejak lahir setelah anaknya bercerai dengan isterinya.

Mbah Tasirah memiliki tiga anak, yang satunya sudah meninggal.

Sementara anaknya yang menjadi ayah cucu tersebut pergi ke Kalimantan dan tak kembali lagi setelah bercerai dengan isterinya.

Sedangkan ibu dari cucunya menikah lagi dan hidup bersama keluarganya yang baru.

Sementara anaknya yang satunya lagi tak ada kabar.

"Kulo sing ngasuh, kaleh Pak Modin, kaleh Pak Subur. (Saya yang mengasuh, sama Pak Modin, sama Pak Subur," jelasnya.

Di kandang kambing itu, dibuat sekat, sebagian berisi beberapa ekor kambing.

Dan sebagian lagi dipakai Mbah Tasirah untuk tempat tinggal.

Sejumlah ember tampungan air tampak berisi air tanpa ditutup, gentong dan peralatan masak tradisional ada depan dipan tempat tidur Mbah Tasirah. Semua peralatan jadi satu di tempat itu.

Sementara Ketua RT 6 RW 1 Desa Sedo, Suryadi mengatakan, Tasirah bersama cucunya (25) seringkali bekerja di pabrik gilingan padi atau selep.

Tasirah kerapkali ngasak atau mencari sisa beras hasil gilingan padi sementara cucunya membantu jasa angkat beras.

"Mbah Tasirah sudah lama di kandang tersebut.

Dirinya kerapkali berpindah pindah di RT 6 asalkan masih berdekatan dengan pabrik selep," jelasnya.

Dirinya membenarkan bahwa Tasirah kerapkali mendapatkan bantuan program keluarga harapan yang pencairannya dibantu tetangganya.

Lanjutnya, sementara untuk kebutuhan mandi cuci kakus Mbah Tasirah kerapkali di sungai. "Cucu Mbah Tasirah sehat setiap harinya, cuman akhir-akhir ini sedang sakit," jelasnya.

Ia menjelaskan, Mbah Tasirah tinggal bersama cucunya yang disekat bilik. Karena cucunya itu sering mengamuk jika berdekatan dengan neneknya.

"Mbah Tasirah tak memiliki tanah. Dia dan cucunya tinggal di kandang kambing, yang dulunya kandang kerbau milik Pak Modin," imbuhnya. (tribunnews.com)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : KISAH NYATA: Puluhan Tahun Mbah Tasirah Tinggal di Kandang Kambing Bersama Cucunya