Berita Viral dan TerUpdate

Friday

Kisah Pilu Suami Ditinggal Istri karena Lumpuh, Kini Hidup Menumpang dengan 2 Anaknya

Kisah Pilu Suami Ditinggal Istri karena Lumpuh, Kini Hidup Menumpang dengan 2 Anaknya

Kisah Pilu Suami Ditinggal Istri karena Lumpuh, Kini Hidup Menumpang dengan 2 Anaknya


Peristiwa hidup silih berganti.

Setiap orang pernah merasakan bahagia, sedih, kecewa, bahkan marah.

Terkadang, orang dalam menjalani kehidupan, harus mengalami kesedihan mendalam, bahkan ada yang sampai bertahun-tahun.

Seperti nasib pilu yang dialami Warja (43) bersama kedua anaknya, Zeta Angelia (20) dan Handika Wardana (8).

Selama hampir lima tahun, keluarga itu hidup di tengah banyak keterbatasan di Kota Tegal, Jawa Tengah.

Warja lumpuh tak bisa berjalan.

Ia hanya bisa duduk di lantai.

Kursi roda juga tak punya.

Makan seadanya.

Sementara ibu dari kedua anaknya pergi entah ke mana.

Tak lagi punya rumah, mereka hidup menumpang di bangunan semi permanen berukuran 3×4 meter di Kelurahan/Kecamatan Margadana.

Kisah ini bermula saat Warja mengalami kecelakaan kerja di tahun 2015.

Saat itu Warja yang bekerja sebagai kuli bangunan tiba-tiba terjatuh lemas saat mengangkat material berat.

Tulang ekornya didiagnosis dokter mengalami kerusakan.

Pemicunya, posisi tubuh Warja kerap dalam posisi salah atau terlalu memaksakan mengangkat barang di luar kemampuan fisiknya.

"Kata dokter, tulang ekor saya rusak. Lumpuh, tidak bisa jalan. Katanya terlalu memaksa angkat berat," kata Warja di kediamannya Jalan Banyumas 2, Kelurahan Margadana, Kota Tegal, Kamis (7/6/2020).

Kondisi itu mengubah 180 derajat kondisi kehidupan Warja dan anak-anaknya.

Istri Warja rupanya tak bisa menerima dan memilih pergi entah kemana.

Sementara anak sulungnya Zeta tak bisa mewujudkan cita-citanya melanjutkan sekolah ke jenjang SMA.

"Istri saya pergi. Mungkin sudah nasib saya. Tapi saya kasihan anak-anak," kata Warja.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan, Zeta yang mencari nafkah.

Zeta yang tamatan SMP hanya bisa bekerja sebagai pelayan sebuah toko.

Pendapatannya Rp. 30.000 per hari.

Cukup untuk makan ayah dan adiknya.

Sementara di tengah pandemi Covid-19 dan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat Zeta harus terkena PHK.

"Kalau ingat ibu, sedih, marah, campur aduk," ungkap Zeta.

Warja mengatakan, sebelumnya ia sudah beberapa kali berobat.

Saat itu pengobatannya masih tercover BPJS Kesehatan sebagai peserta mandiri.

Namun karena tak ada pendapatan, BPJS-nya menunggak.

Pengobatan pun tak dilanjutkan.

Apalagi rumah sakit daerah milik pemerintah saat itu meminta agar dirawat ke rumah sakit di Semarang.

"Akhirnya berhenti. Tidak berobat lagi," kata Warja.

Ketiganya kini mengandalkan uluran tangan tetangga dan kerabat jauhnya.

Apalagi anak bontot Warja, Handika masih kelas 3 sekolah dasar yang masih membutuhkan biaya cukup besar.

Rupanya keinginan bangkit itu masih ada di benak Warja.

Warja mengaku optimistis.

Ia tak mau lama-lama sedih, kecewa, ataupun marah dengan keadaannya.

"Sebenarnya saya ingin sekali bekerja, coba kalau ada kursi roda.

Saya bisa bekerja apapun seadanya yang saya mampu," kata Warja.

Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Margadana Joko Margo mengatakan, kondisi Warja baru diketahui setelah pihaknya mendapat laporan dari tim pengantar bantuan paket sembako jaring pengaman sosial Covid-19.

"Kami mendapat laporan dari pengantar bantuan paket sembako jaringan pengaman sosial ke rumah Pak Warja.

Bersama pihak kelurahan kemudian kami telah mengunjungi Warja untuk melihat langsung agar ada pendataan lebih lanjut," kata Joko.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Warja Ditinggal Istri karena Lumpuh, Tak Bisa Kerja dan Hidup Menumpang dengan 2 Anak"
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kisah Pilu Suami Ditinggal Istri karena Lumpuh, Kini Hidup Menumpang dengan 2 Anaknya