Berita Viral dan TerUpdate

Friday

MISTERI Jasad Prabu Siliwangi, Gajah Mada, Brawijaya, Jayabaya, Benarkah Moksa Sebelum Wafat?

MISTERI Jasad Prabu Siliwangi, Gajah Mada, Brawijaya, Jayabaya, Benarkah Moksa Sebelum Wafat?

MISTERI Jasad Prabu Siliwangi, Gajah Mada, Brawijaya, Jayabaya, Benarkah Moksa Sebelum Wafat?


Inilah 5 tokoh legendaris nusantara yang dikisahkan melakukan moksa atau jasadnya menghilang tanpa jejak.

Sebelum masuk ke pembahasan, mari mengenal dulu apa itu moksa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), moksa berarti tingkatan hidup lepas dari ikatan keduniawian.

Sementara dikutip dari Wikipedia, hal itu adalah sebuah konsep dari agama Hindu dan Budha.

Kebebasan dari ikatan duniawi itu juga berarti lepas dari putaran reinkarnasi.

Istilah tersebut sudah dikenal sejak ratusan tahun silam atau sejak zaman kerajaan.

Sebagian masyarakat Indonesia sendiri mempercayai adanya beberapa tokoh masa lampau yang mengalami moksa.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini 5 tokoh nusantara yang konon mengalami moksa sehingga jasadnya menghilang tanpa bekas.

1. Prabu Siliwangi

 
Prabu Siliwangi atau juga dikenal sebagai Sri Baduga Maharaja adalah raja yang memerintah Kerajaan Sunda Galuh.

Ia memerintah selama 39 tahun (1482 - 1521), dan membuat Pakuan Pajajaran mencapai puncak kejayaan.

Konon, ketika ajaran Islam masuk ke nusantara, ia mendapat desakan untuk meninggalkan kepercayaannya dan menjadi mualaf.

Prabu Siliwangi pun memutuskan untuk menyingkir dari kerajaannya karena tak berkenan masuk Islam dan melakukan moksa.

Menurut tradisi lisan yang beredar, sebelum melakukan moksa, Prabu Siliwangi memberi wejangan kepada para pengikutnya untuk memilih agama menurut keyakinan mereka.

Ada satu sumber sejarah yang menyiratkan bahwa pada saat itu banyak Rakyat Pajajaran yang meninggalkan kepercayaan lama dan beralih ke agama Islam.

Purbatisi purbajati, mana mo kadatangan ku musuh ganal musuh alit. Suka kreta tang lor kidul kulon wetan kena kreta rasa. Tan kreta ja lakibi dina urang reya, ja loba di sanghiyang siksa.

(Ajaran dari leluhur dijunjung tinggi sehingga tidak akan kedatangan musuh, baik berupa laskar maupun penyakit batin. Senang sejahtera di utara, barat dan timur. Yang tidak merasa sejahtera hanyalah rumah tangga orang banyak yang serakah akan ajaran agama).

2. Gajah Mada

 

Patung Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura. 

Gajah Mada adalah seorang panglima perang pada zaman kerajaan Majapahit pada kisaran tahun 1300-an.

Ia menjadi Mahapatih (Menteri Besar) pada masa Ratu Tribhuwanatunggadewi, dan kemudian sebagai Amangkubhumi (Perdana Menteri) yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya.

Jejak kematiannya masih menjadi misteri yang belum terungkap dan menjadi perdebatan hingga saat ini.

Menurut berbagai sumber sejarah yang beredar, ada dua versi mengenai kisah akhir Gajah Mada.

Versi pertama, ia diceritakan mengalami sakit dan akhirnya meninggal pada 1364.

Hal ini tertulis pada Kitab Kakawin Nagarakretagama.

Versi kedua diambil dari Kidung Sunda, yang menyebutkan Gajah Mada tidak meninggal.

Pada saat terjadi Perang Bubat, perang antara Kerajaan Pajajaran dengan Kerajaan Majapahit, Gajah Mada menarik diri.

Ia kemudian memilih hidup sebagai pertapa, dan melakukan moksa.

3. Prabu Brawijaya V


Prabu Brawijaya atau terkadang disebut juga sengan Brawijaya V, menurut kebanyakan naskah babad dan serat, merupakan raja terakhir Kerajaan Majapahit.

Sama seperti kedua tokoh sebelumnya, Prabu Brawijaya juga memutuskan untuk moksa setelah melarikan diri karena kerajaannya hancur.

Namun, sejarah versi lain, sebagaimana tertulis dalam Serat Dharmagandul, ia akhirnya bersedia beralih agama dan masuk Islam sebelum meninggal.

Hal itu terjadi ketika Kerajaan Demak menyerang, dan Brawijaya V berhadapan dengan Sunan Kalijaga.

4. Prabu Jayabaya


Prabu Jayabaya adalah raja Kediri yang memerintah pada tahun 1135-1157.

Ia adalah salah satu pewaris tahta Prabu Airlangga dan mendapatkan jatah wilayah di Jenggala (Kediri).

Jayabaya sering terlibat perseteruan dengan saudaranya sendiri, Jayasaba, pemilik jatah wilayah yang berpusat di Panjalu (Daha).

Pada suatu pertempuran hebat, Jayabaya pun berhasil mengalahkan dan membunuh Jayasaba.

Akhirnya, tampuk kekuasaan seluruh wilayah Jawa Timur berada di bawah kekuasaannya.

Namun, di balik kejayaannya, Prabu Jayabaya dihantui perasaan bersalah dan berdosa karena telah membunuh saudaranya sendiri.

Menurut cerita yang beredar, ia menghilang tanpa jejak setelah melakukan tapa moksa.

5. Sabdo Palon Noyo Genggong 

 
Tokoh nusantara yang konon melakukan moksa adalah Sabdo Palon Noyo Genggong.

Menurut beberapa sumber, Sabdo Palon Noyo Genggong adalah nama lain dari Semar, salah satu tokoh Punakawan dalam pewayangan Jawa dan Sunda.

Kendati banyak orang yang menganggap Punakawan adalah tokoh fiktif, tak sedikit orang yang mempercayainya.

Ada pula yang menganggap Sabdo Palon adalah penasihat Brawijaya V.

Menurut Kitab Jayabaya, Sabdo Palon dikisahkan sering menjadi penasihat raja-raja yang berkuasa di tanah Jawa.

Konon, ia memutuskan pergi dan menghilang dengan cara moksa setelah Prabu Brawijaya menjadi mualaf.

(Detail: TribunStyle.com)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : MISTERI Jasad Prabu Siliwangi, Gajah Mada, Brawijaya, Jayabaya, Benarkah Moksa Sebelum Wafat?