Berita Viral dan TerUpdate

Friday

Remaja Pembunuh Bocah Diperkosa Paman & Kekasih, Kak Seto Ungkap Masalah Psikologis Kejiwaannya

Remaja Pembunuh Bocah Diperkosa Paman & Kekasih, Kak Seto Ungkap Masalah Psikologis Kejiwaannya

Remaja Pembunuh Bocah Diperkosa Paman & Kekasih, Kak Seto Ungkap Masalah Psikologis Kejiwaannya


Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menganalisa psikologis kejiwaan remaja pembunuh bocah di Sawah Besar, NF (15) yang diperkosa paman dan kekasih.

Kondisi NF yang menjadi korban pemerkosaan itu baru diketahui belakangan setelah polisi menahannya atas peristiwa pembunuhan yang diperbuatnya.

Akibat dari pemerkosaan tersebut, usia kandungan NF saat ini 3,5 bulan.

"(NF) menjadi korban kekerasan seksual oleh tiga orang terdekatnya, hingga kini hamil 14 minggu," ujar Direktur Jenderal Rehabilitas Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat.


Harry berharap, kasus pelecehan seksual tersebut diselidiki oleh kepolisian guna mengungkap alasan NF membunuh tetangganya.

Kini, NF mendapatkan layanan rehabilitasi sosial di Balai Anak Handayani sembari menunggu proses peradilan.

"Kasus kedua (pelecehan seksual) juga perlu diselidiki untuk mendapatkan kesimpulan logis mengapa anak ini melakukan tindak kekerasan," tutur Harry.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakpus, AKBP Tahan Marpaung mengatakan, polisi telah menetapkan tiga tersangka pemerkosaan terhadap NF.

Menurut Tahan, pelaku pemerkosaan terhadap NF adalah dua pamannya dan kekasihnya.


Saat ini, penyidikan kasus pemerkosaan itu sudah rampung. Berkas perkara ketiga tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

"Sudah P21 (berkas perkara dinyatakan lengkap)," ungkap Tahan.

Lantas apa kata Seto Mulyadi terkait kasus NF yang menjadi korban pemerkosaan?

Dihubungi TribunJakarta, pria yang akrab disapa Kak Seto ini menyatakan kondisi kejiwaan NF yang terguncang karena menjadi korban pelecehan seksual.

"Seorang remaja berumur 15 tahun kemudian menjadi korban kekerasan seksual dari beberapa orang sekaligus begitu, itu memang sangat terguncang sekali," papar Seto Mulyadi.

Seto Mulyadi menilai, pelaku pemerkosaan NF telah merusak kejiwaan bocah tersebut sehingga berimbas melakukan perbuatan jahat kepada tetangganya.

Ditambah, kini NF telah mengandung selama 14 minggu.

"Apalagi terjadi kehamilan sehingga bisa menimbulkan permasalahan psikologis kejiwaan dan kemudian bisa melakukan berbagai perilaku menyimpang," imbuh Seto Mulyadi.

Lebih lanjut, Kak Seto menilai kondisi lingkungan sekitar NF itu tak aman.


Seto menyebut, ada kemungkinan NF kurang mendapat perhatian dari keluarganya. Terkhusus orang tua NF.

"Mungkin juga kurang ada perhatian dan sebagainya, sehingga menimbulkan perilaku menyimpang," aku Seto Mulyadi.

Seyogyanya, kata Seto, NF didamping seorang psikolog anak agar mendapat terapi penyembuhan diri.

"Para korban kekerasan seksual memang seyogyanya mmendapati terapi psikologis, sehingga tidak melahirkan berbagai perilaku menyimpang seperti apa yang dilakukan oleh NF," beber Seto Mulyadi.

Dikenal berprestasi

Di mata para tetangga, NF merupakan sosok remaja yang pendiam dan jarang bergaul dengan teman sebayanya.

"Anaknya jarang main di luar, dia di dalam rumah terus. Pulang sekolah langsung masuk ke rumah," ucap Yuli (45), tetangga pelaku, Jumat (6/3/2020).

Hal senada turut disampaikan oleh Sofyan, Ketua RT setempat yang hampir tak pernah melihat pelaku keluar rumah.

"Paling yang kelihatan ibu dan adiknya saja, dia keluar rumah paling ke sekolah. Setelah pulang langsung masuk rumah," ujarnya.

Meski dikenal pendiam dan jarang bergaul dengan warga sekitar, Sofyan menyebut, NF merupakan sosok anak yang cerdas dan berprestasi.

"Anaknya benar-benar berprestasi, sering menang lomba tenis meja," kata Sofyan.

Hal senada turut disampaikan oleh Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo.

Ia menyebut, sempat menemukan dua buah piala kejuaraan tenis meja di kamar NF saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Sebenarnya anak ini berprestasi, dia menjuarai kejuaraan tenis meja, ada dua piala di kamarnya," tuturnya.

"Anak ini punya kemampuan cukup luar biasa, tapi kita enggak tahu ini apakah kondisi kejiwaan atau bagaimana, makanya kami selidiki," tambahnya menjelaskan.

Tak hanya di bidang olahraga, NF nyatanya juga berprestasi di bidang akademik.

Hal ini diutarakan oleh Purwaningsih, kepala sekolah tempat NF bersekolah, ia menyebut, pelaku merupakan murid yang rajin dan pintar di sekolah.

"Dia rajin di sekolah, selalu duduk paling depan dan jago gambar juga. Dia memang pintar gambar," ucapnya.

Kronologi

NF (15 tahun), perempuan yang menewaskan korbannya bernisial APA (5).

Kejadian itu terjadi pada dua hari yang lalu.

Tepatnya pada Kamis (5/3/2020) sore, NF dan APA sedang bermain di rumahnya NF.

APA sering bermain di rumah NF lantaran adiknya NF merupakan temannya APA.

Pada hari itu, hanya ada NF dan APA di dalam rumah tersebut.

Saat bermain, NF sengaja menenggelamkan mainan di bak mandi rumahnya.

Kemudian, NF meminta tolong APA untuk mengambilkan mainan tersebut.

"Pelaku (NF) minta tolong ambilkan satu mainan yang tenggelam di bak mandi," Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, saat konferensi pers, di kantor Polres Metro Jakarta Pusat, Sabtu siang (7/3/2020).

"Kemudian si korban membantu. Karena takut basah, korban melepaskan pakaiannya

Korban pun menceburi dirinya ke dalam bak mandi tersebut," sambungnya.

Pada saat itu, sambungnya, NF memiliki hasrat untuk membunuh APA dengan cara menenggelamkan kepala korban.

Setelah tak bernapas, NF memasukkan jasad APA ke dalam ember dan ditutupi kain.

Tujuannya agar tak diketahui orangtuanya.

"Orang tua pelaku saat pulang ke rumahnya tidak mengetahui," tambah Yusri.

"Pelaku ada niatan untuk membuang mayatnya. Tetapi pelaku takut," sambungnya.

NF pun memasukkan korban ke dalam lemari kamarnya.

Pada Jumat pagi (6/3/2020), NF hendak melaporkan kasusnya ini ke kantor Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat.

NF sengaja membawa pakaian lain selain seragam sekolah, untuk menuju kantor polisi tersebut.

"Polisi saya sudah membunuh dan mayatnya saya taruh di dalam lemari," ujar Yusri, mencontohkan ucapan NF saat laporan di Polsek Metro Tamansari.

"Ini awalnya polisi tidak percaya, tapi setelah lihat ada mayat di kamar pelaku, mereka percaya," sambungnya.

Lantaran lokasi pembunuhan berada di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Polsek Metro Tamansari menyerahkan kasus tersebut kepada Polsek Metro Sawah Besar.

Saat itu, NF mendatangi Polsek Metro Sawah Besar didampingi keluarga dan jajaran Polsek Tamansari.

Kini, kata Yusri, NF akan menjalani proses hukum dengan asas praduga tak bersalah lantaran masih di bawah umur.

Sementara, APA telah dimakamkan pada pukul 11.30 WIB, di kawasan Karet, Jakarta Pusat.

"Tahanannya akan berbeda. Ia akan dipisahkan," pungkas Yusri.

(tribunnews.com)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Remaja Pembunuh Bocah Diperkosa Paman & Kekasih, Kak Seto Ungkap Masalah Psikologis Kejiwaannya