Berita Viral dan TerUpdate

Wednesday

VIRAL Video Bocah Aniaya Teman Diduga Direkam Orang Tuanya, Tak Ada yang Berusaha Melerai

VIRAL Video Bocah Aniaya Teman Diduga Direkam Orang Tuanya, Tak Ada yang Berusaha Melerai

VIRAL Video Bocah Aniaya Teman Diduga Direkam Orang Tuanya, Tak Ada yang Berusaha Melerai


Viral video perkelahian anak di Kabupaten Semarang viral di media sosial.

Dalam video tersebut, dinarasikan perekam perkelahian anak merupakan orang tua dari salah satu anak yang berkelahi.

Di video berdurasi 26 detik, dinarasikan dua anak sedang berkelahi.

Anak bercelana merah memukuli anak berbaju hitam.

Anak bercelana merah tetap memukul dan menendang meski si anak berbaju hitam jatuh tersungkur.

Meski ada perkelahian, dalam video tersebut ada beberapa anak lain yang menonton tanpa melakukan upaya pemisahan.

Video itu viral di media sosial Facebook salah satunya di grup Media Informasi Kota (MIK) Semarang.

Video itu lengkap dengan narasi bahwa perkelahian terjadi di Desa Petet, Tuntang, Kabupaten Semarang.

Pengunggah juga meminta pihak berwajib mengusut kejadian tersebut, dan kiriman akan segera dihapus jika orang tersebut ditangkap.

Saat ini video itu telah dihapus di grup MIK Semarang.

Dikonfirmasi Tribun Jateng, Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Rifeld Constantine Baba, membenarkan kejadian itu.

Menurutnya saat ini kejadian itu sudah ditangani Polres Semarang.

"Benar, ini sudah ditangani Polres," jelasnya, Rabu (13/5/2020).

Disinggung terkait motif dalam pembuatan video itu, menurut Kasatreskrim saat ini sedang didalami.

"Saya dalami dulu ya, informasi lengkap menyusul lewat Kapolres Semarang. Kami juga melibatkan personel Polsek Tuntang dan DP3A Kabupaten Semarang," jelasnya. (Ahm)

Penanganan untuk Pelaku dan Korban

Psikolog Keluarga dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia, Adib Setiawan, S. Psi., M. Psi. menyampaikan bagaimana penanganan untuk dua anak yang menjadi terduga pelaku dan korban tersebut.

Menurut Adib, anak yang melakukan tindak kekerasan tersebut sebaiknya diminta untuk meminta maaf dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

Psikolog dari www.praktekpsikolog.com itu juga mengatakan, anak tersebut perlu diingatkan supaya tidak melakukan kekerasan terhadap temannya yang lemah.

"Pelaku diingatkan bahwa tidak boleh memukul dan menendang teman yang lemah," kata Adib melalui keterangan tertulis pada Tribunnews.com, Rabu (13/5/2020).

Selain itu, untuk menanganinya, Adib juga menyarankan agar anak yang melakukan kekerasan itu diajarkan menggunakan keberaniannya untuk membela yang benar.

Sementara itu, kedua anak tersebut, baik pelaku maupun korban sebaiknya diberikan contoh untuk tidak berkelahi.

Menurut Adib, keduanya perlu diberi permainan yang edukatif, seperti petak umpet, bermain bola, bermain kejar-kejaran, dan permainan lainnya.

Adib mengatakan, mereka juga perlu diajarkan keterampilan sosial seperti tolong-menolong, berbagi, saling memaafkan, dan mudah mengucapkan terima kasih.

Perekam Video Dianggap Sebagai Pelaku Kekerasan

Menurut Adib, kejadian dalam video tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih menganggap kekerasan sebagai hal yang wajar.

Terlebih, menurut informasi yang beredar, video itu direkam oleh ayah bocah yang memukuli temannya.

Adib pun menyayangkan tindakan terduga ayah pelaku itu yang justru tidak menjalankan perannya dalam mengajarkan anak untuk tidak melakukan kesalahan.

"Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita, memang masih banyak terjadi kekerasan, jadi kekerasan itu seolah-olah kok menjadi sesuatu yang bukan suatu kesalahan," kata Adib saat dihubungi Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Rabu.

"Apalagi dia bukannya mengajarkan anak supaya tidak melakukan kesalahan, ini malah membiarkan seorang anak melakukan kekerasan terhadap anak lain."

"Tentunya ini tindakan yang tidak terpuji dari seorang ayah," tambahnyaa.

Psikolog dari www.praktekpsikolog.com itu pun menilai, tindakan terduga ayah pelaku itu sudah termasuk tindakan kriminal.

Menurutnya, dengan membiarkan terjadinya kekerasan tersebut artinya sang ayah juga melakukan kekerasan.

"Tentunya ini sudah termasuk tindakan kriminal ini, artinya dia sudah melakukan kekerasan terhadap anak, termasuk ayahnya si anak itu termasuk melakukan kekerasan karena dia udah memvideo dan membiarkannya," kata Adib.

"Seharusnya (ayah) kan menasihati, ini udah perilaku bullying, perilaku kekerasan."

"Seharusnya memang ada tindakan hukum," sambungnya.

Mengapa seorang ayah justru merekam tindak kekerasan yang dilakukan anaknya, menurut Adib, hal ini berkaitan dengan faktor pendidikan.

Menurut Adib, perkembangan pendidikan lebih lambat dari perkembangan teknologi.

"Artinya, jumlah masyarakat yang berpendidikan misalnya mungkin 20 persen tapi mungkin masyarakat kita yang menguasai teknologi itu bisa 50 persen."

"Artinya ada 30 persen yang mereka menguasai teknologi, dalam arti dia pegang gadget tapi tidak berpendidikan," kata Adib.

Oleh karena itu, Adib menyampaikan, memberi sosialisasi kepada masyarakat supaya tidak melakukan kekerasan terutama terhadap anak sudah menjadi tugas bersama.

"Tentunya ini tugas bersama untuk memberikan sosialisasi ke masyarakat supaya benar-benar jangan melakukan kekerasan terhadap orang lain," kata Adib.

"Terutama terhadap anak-anak," sambungnya. (*)

(Tribunjteng.com/Tribunnews.com/Widyadewi Metta)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : VIRAL Video Bocah Aniaya Teman Diduga Direkam Orang Tuanya, Tak Ada yang Berusaha Melerai