Berita Viral dan TerUpdate

Sunday

4 Kisah Haru Sukses Studi Meski dari Keluarga Tak Berada

4 Kisah Haru Sukses Studi Meski dari Keluarga Tak Berada

4 Kisah Haru Sukses Studi Meski dari Keluarga Tak Berada


Masih ingat dengan Raeni? Sempat viral pada 2014, kini kisah hidupnya kembali disorot karena sedang menempuh jenjang S3 di Universitas Birmingham.

Dulu fotonya saat wisuda pada 2014 hebohkan publik karena ia diantar sang ayah dengan menggunakan becak menuju wisuda. Ia dinyatakan sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3.96 di Universitas Negeri Semarang. Tidak hanya itu, kisahnya juga memberikan inspirasi karena ia berasal dari keluarga yang sederhana.  Ia melanjutkan studi S2 dan lulus tahun 2016 di University of Birmingham melalui jalur LPDP.

"Perubahan yang diawali dengan perjuangan untuk menempuh pendidikan. Saya sangat beruntung sebagai seorang putri Pengayuh Becak yang mana keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi saya untuk meraih setiap tahapan cita-cita yang saya miliki," tulisnya di Instagram.

Selain Raeni, berikut adalah kisah inspiratif yang berhasil menempuh pendidikan tinggi meski di tengah kesulitan ekonomi.

1. Anak Satpam Selesaikan S2 di UGM
 


Youtube

Kisah ini berasal dari keluarga Teguh Tuparman, seorang anggota satpam di UGM. Putri sulungnya yang akrab disapa Tyas lulus dengan gelar doktor tahun 2011. Sejak kecil Tyas memang sudah berkeras ingin mengenyam pendidikan tinggi. Meski sempat memiliki keterbatasan biaya, Tyas berhasil lulus S1 dari jurusan Antropologi Budaya, FIB UGM tahun 2007. Ia langsung menyatakan ingin melanjutkan S2 kepada orang tuanya. Orang tuanya sempat bimbang karena Tyas masih memiliki empat adik yang harus dibiayai. "Gaji saya cuma Rp 3,9 juta. Itu udah paling tinggi, saya nggak bisa naik pangkat lagi," ungkapnya saat diwawancarai di salah satu TV swasta.

Tidak hanya mengandalkan orang tua, Tyas pun harus bekerja terlebih dahulu sebagai asisten peneliti tahun 2007-2009. Ia juga harus bekerja di LSM sembari menempuh pendidikan S2 untuk membantu biaya semesternya.

2. Pemulung yang Berhasil Menempuh Pendidikan Hingga S2

 


Youtube

Wahyudin sempat viral karena diberitakan sebagai 'pemulung ganteng' yang berhasil menempuh pendidikan tinggi. Bermodalkan kemauan, ia sampai menjalani tujuh pekerjaan di luar pendidikannya. Ia sudah bertekad keluar dari rantai kemiskinan keluarganya sejak ia masih SD. Orang tuanya berprofesi sebagai buruh tani dengan ayahnya yang kadang menyambi sebagai tukang ojek.

"Sejak SD saya sudah mulung, tapi karena kebutuhan makin tinggi maka ditambah dengan gembala kambing. SMP juga sama ditambah dengan jual gorengan. SMA nambah lagi, jadi guru les, penyiar on-air, jualan susu murni sampai dagang asongan di pinggir rel," ungkap Wahyudin.

Hingga ia lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) tahun 2013, ia masih tetap berprofesi sebagai pemulung. "Tapi IPK masih 3,85, kok," tambahnya. Kini ia sudah menyelesaikan studi S2 diMagister of Business and Art Institut Teknologi Bandung dan berencana untuk melanjutkan S3 ke luar negeri.

3. Anak Tukang Becak Raih Gelar Doktor dengan IPK 4.0
 


Youtube/CNN Indonesia

Menjadi putri penarik becak dan buruh tani tidak membuatnya minder dan pesimis. Meski ia sadar bahwa keluarganya kesulitan ekonomi, Lailatul Qomariyah atau yang akrab disapa Laila, tetap berusaha menjadi pelajar yang berprestasi. Ia sudah mendapatkan ranking satu sejak masih di bangku sekolah dasar.

Setelah lulus SMA pada 2011, ia meneruskan kuliahnya di Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Kemudian ia melanjutkan S2 di kampus yang sama dengan jalur fast track. "Ada target IPK harus di atas 3,5 untuk dinyatakan lulus dalam program fast track. Alhamdulillah IPK saya saat itu 4,0, berhasil melampaui ketentuan. Sehingga saya S2 hanya tiga bulan," ungkapnya.

Ia langsung melanjutkan ke program S3 melalui beasiswa Program Magister Doktor Sarjana Unggul (PMDSU). Saat sedang menempuh pendidikannya, Laila lagi-lagi mendapatkan kesempatan beasiswa untuk melakukan riset ke Jepang. Ia melakukan riset selama satu tahun hingga akhirnya kembali pulang ke tanah air untuk melanjutkan disertasinya. Ia meraih gelar doktor teknik kimia dengan IPK sempurna 4,0 di Fakultas Teknologi Industri, ITS Surabaya.

4. Tukang Becak Raih Gelar Sarjana
 


Youtube

Kisah Hamzah sempat viral di sosial media. Pasalnya ia telah menjadi tukang becak sejak SMP untuk membiayai kebutuhan pendidikannya. Profesinya itu ia teruskan hingga semester 4. Setelah itu, Hamzah sudah jarang menarik becak dan mulai bekerja sebagai buruh bangunan dan tukang cat keliling. Akhirnya ia menyelesaikan studi dengan IPK 3,49 di Universitas Terbuka (UT). Tak lupa ia mengayuh becak bersama ibunya sebagai penumpang ke perayaan wisuda.

Artikel Asli
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : 4 Kisah Haru Sukses Studi Meski dari Keluarga Tak Berada