Berita Viral dan TerUpdate

Sunday

KARMA NYATA! Begini Nasib Pilu Orang yang Bikin Gajah Mati Tragis Setelah Makan Nanas Isi Petasan

KARMA NYATA! Begini Nasib Pilu Orang yang Bikin Gajah Mati Tragis Setelah Makan Nanas Isi Petasan

KARMA NYATA! Begini Nasib Pilu Orang yang Bikin Gajah Mati Tragis Setelah Makan Nanas Isi Petasan


Karma itu nyata! Begini nasib menyedihkan orang yang menaruh nanas isi petasan sehingga dimakan gajah, si gajah mati meradang karena nanas meledak di mulut.

Kepolisian India akhirnya menemukan si pelaku dan siap menyeretnya ke pengadilan.

Karma itu benar-benar nyata! Setidaknya bagi orang yang sudah memberi makan gajah berupa nanas berisi petasan sehingga si gajah mati mengenaskan karena petasannya meledak di mulut.

Viral kelakuan bejat itu akhirnya mendunia dan membuat kepolisian India mencari orang yang berbuat jahat pada gajah itu.

Dan akhirnya si pelaku kini bersiap menghadapi pengadilan dengan ancaman penjara 7 tahun!

Pelaku kasus gajah mati memakan buah berisi petasan telah ditangkap, berikut motif lengkap pelaku, Minggu (7/6/2020).

Viral di media sosial mengenai kasus gajah mati memakan buah berisi petasan yang terjadi di Kerala, India.

Peristiwa ini terjadi pada seekor gajah berusia 15 tahun yang sedang mengandung anaknya yang berusia 2 bulan.

Gajah ini ditemukan hanya berdiri di sungai selama berhari-hari setelah ditemukan.


Proses evakuasi mayat Gajah yang mati akibat memakan buah berisi petasan (BBC)

Setelah ditemukan dan dibantu oleh tenaga medis, gajah ini tak dapat ditolong dan akhirnya meninggal pada tanggal 27 Mei silam.

Akibat peristiwa ini, publik ramai mengecam pelaku kejahatan yang telah mengakibatkan gajah dan anak yang sedang dikandungnya meninggal dunia.

Dilansir dari artikel Kompas.com berjudul "Pelaku Kasus Gajah Mati Makan petasan Ditangkap, Terancam Dipenjara 7 Tahun", pelaku kasus gajah makan petasan ini telah ditangkap oleh pihak berwajib.

Polisi India telah menangkap seorang pekerja perkebunan yang diduga sebagai pelaku dalam kasus gajah mati makan petasan.

Gajah yang sedang bunting itu mati pekan lalu di selatan Negara Bagian Kerala.

Mamalia itu menjadi korban terbaru dari konflik antara manusia dan hewan di Asia Selatan, seiring semakin banyaknya hutan yang digunduli akibat perluasan kota.

Pelaku bernama P Wilson ditangkap oleh pihak kepolisian India pada Jumat (5/6/2020)

Ia ditangkap karena diduga menempatkan buah-buahan berisi bahan peledak.

Buah-buahan berisi bahan peledak ini ditaruh dengan tujuan untuk mengusir hewan-hewan, terutama babi hutan, dari perkebunan karetnya.

"Pria itu sudah mengaku mereka menggunakan kelapa yang diisi bahan peledak untuk mengusir hewan-hewan liar," ucap Surendra Kumar, kepala sipir margasatwa Kerala seperti dilansir AFP

Kumar mengatakan, orang-orang itu membuat beberapa "bom kelapa" pada Minggu kedua Mei, dan meninggalkannya di dekat batas perkebunan.

Pihak berwenang mengatakan, tidak jelas kapan tepatnya gajah berusia 15 tahun itu mengonsumsi buah jebakan tersebut.

Gajah yang sedang mengandung ini ditemukan terluka pada 25 Mei dan dua hari kemudian mati. Penjaga hutan menerangkan, ledakan itu membuat mulutnya rusak parah sehingga si gajah tidak bisa makan atau minum selama berhari-hari.

Penduduk desa di India diketahui sering menggunakan buah-buahan yang diisi bahan peledak atau petasan, sebagai umpan yang ditujukan ke hewan liar yang membahayakan tanaman.

Insiden serupa juga dilaporkan bulan lalu di dekat distrik Kerala, dengan gajah betina ditemukan dengan luka mulut yang parah.

Jika terbukti bersalah, para pelaku dapat dijatuhi hukuman penjara 7 tahun karena membunuh seekor gajah, hewan yang dilindungi secara hukum oleh margasatwa India.

Penangkapan satu orang pelaku ini juga mematahkan kabar sebelumnya, yang menyebut bahwa dua orang telah ditangkap terkait kasus ini.

Selain P Wilson, pihak kepolisian saat ini masih melakukan pengejaran pada dua pelaku lainnya.

VERSI BARU: Nanas Isi Mercon Tidak Dimaksudkan Membunuh Gajah Tapi Babi Hutan

etelah viral ditemukan bukti bahwa ternyata warga di daerah Kerala, India itu tak secara langsung memberikan makan gajah hamil nanas mercon, ini yang sebenarnya terjadi.

Viral dan menjadi pembahasan di Indonesia dan dunia, ternyata telah ditemukan fakta baru tentang kasus gajah hamil diberi makan nanas mercon.

Pada awalnya disebutkan bahwa gajah diberi makan oleh warga nanas mercon secara langsung, ternyata itu tidak benar, lapor Worldofbuzz pada Jumat (5/6/2020).

Petasan dilaporkan meledak di mulutnya, melukainya dan menyebabkan ia meninggal berdiri di atas sungai.

Kejadian ini memicu kemarahan di seluruh dunia dan keadilan dituntut atas nasib hewan malang itu.

World Animal Protection bahkan menulis kepada Menteri Lingkungan Union Prakash Javadekar, Kepala Menteri Kerala Pinaravi Vijayan dan pihak berwenang setempat mendesak tindakan cepat dan kuat terhadap para tersangka.




Dikutip dari The News Minute seorang saksi mengatakan:

"Tidak ada yang mau memberi makan nanas ke gajah."

"Gajah itu menemukan nanas berisi mercon di suatu tempat dan mengonsumsinya tanpa sadar."

Seorang Petugas Dinas Kehutanan India mengatakan bahwa nanas berisi mercon itu dimaksudkan untuk diumpankan pada babi hutan.

Babi hutan ini telah menyebabkan kerusakan harta benda penduduk setempat.

Ia menambahkan bahwa penduduk setempat tidak akan pernah memberi makan gajah dengan sekejam itu secara sadar.

“Beberapa orang benar-benar melakukan hal-hal gila seperti mereka menganggap hewan liar sebagai ancaman terhadap harta benda dan kehidupan mereka."

"Peristiwa semacam itu memang terjadi di tempat-tempat di mana hewan liar menciptakan masalah bagi manusia,” katanya.

Sanggahan dan politisasi kasus gajah ini di India


Meskipun sulit untuk dipercaya bahwa kematian brutal gajah yang tidak bersalah dapat dijadikan agenda politik, tampaknya hal itu memang terjadi.

Maneka Sanjay Gandhi, anggota BJP (partai berkuasa India), dituduh menyalakan kebencian komunal dan bahkan menuduh Malapupuram adalah "negara bagian paling kejam di India dalam kekejaman terhadap hewan".

Karena negara ini adalah negara mayoritas Muslim, tweetnya memicu berbagai cuitan tak baik dari anggota partainya sendiri.

Seorang pengguna Twitter bahkan mengoreksinya dengan mengatakan bahwa insiden itu terjadi di Palakkad, bukan di Malappuram seperti yang dilaporkan sebagian besar berita yang beredar.

Tentu kasus ini tetap berlangsung dan masih diselidiki oleh otoritas setempat.


Pemerintah India Buru Tersangka


Petugas hutan, Mohan Krishnan mengatakan, gajah hamil tersebut mati dengan kondisi berdiri, di dekat sungai di distrik Malappuram, Kerala Utara, India.

Dilansir dari DailyMail, gajah liar tersebut meninggalkan hutan utuk mencari makan.

Biasanya, gajah mendekati desa terdekat dan akan diberi makan oleh penduduk sekitar.

"Dia (gajah) mempercayai semua orang," ungkap Krishnan saat merinci kejadian tersebut di Facebook.

"Ketika nanas yang dia makan meledak, dia pasti terkejut, tidak memikirkan dirinya sendiri, tetapi anak yang akan dia lahirkan dalam 18 hingga 20 bulan," tambah Krishnan.

Diketahui, ledakan petasan tersebut merobek mulut gajah dan merusak lidah serta rahangnya.

Krishnan menambahakan, gajah liar yang mendekat ke perkampungan tersebut tidak menginjak-injak rumah saat ia berjalan melewati desa dengan kesakitan.

"Inilah sebabnya aku berkata, gajah itu baik," kata Krishnan.

Diketahui gajah tersebut ditemukan di dalam air dalam keadaan berdiri.

Saat ditemukan, pejabat terkait menggiring dua gajah ke sungai untuk membujuk gajah hamil tersebut keluar dari sungai.

Tetapi ternyata gajah tersebut sudah mati dalam kondisi berdiri di sungai.


Gajah yang ditemukan mati berdiri di sungai (Facebook/Mohan Krishnan)

Gajah hamil tersebut ditemukan mati di sungai Velliyar pada Rabu lalu pukul 16.00 waktu setempat.

Sementara itu, pelaku pemberi petasan pada nanas yang dimakan oleh gajah tersebut sudah diidentifikasi.

Sebanyak tiga tersangka diidentifikasi terkait kasus tersebut.

"Keadilan akan ditegakkan," tulis Menteri Kepala Negara Bagian Kerala, Pinarayi Vijaya, Jumat (5/6/2020) di Twitter.

Mentri Lingkungan Union Prakash Javadekar sebelumnya juga memberikan pernyataan di sosial media bahwa pelaku harus ditangkap.

"Dalam insiden tragis di distrik Palakkad, seekor gajah bunting mati.

Banyak di antara kalian yang menghubungi kami.

Kami memastikan keprihatinan kalian tidak akan sia-sia," ucap Menteri Kepala.

"Penyelidikan sedang berlangsung, berfokus ke tiga tersangka…

Kami akan melakukan apa pun yang bisa menegakkan keadilan," twit Vijayan. (TribunStyle.com/Dhimas Yanuar/Anggie/Kompas.com/Aditya Jaya Iswara)
Artikel Asli
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :