Berita Viral dan TerUpdate

Tuesday

Kisah Mahasiswi Indonesia yang Berpidato di Wisuda Harvard

Kisah Mahasiswi Indonesia yang Berpidato di Wisuda Harvard

Kisah Mahasiswi Indonesia yang Berpidato di Wisuda Harvard


Jakarta: Berkesempatan menyampaikan pidato dalam acara wisuda mewakili para wisudawan merupakan sebuah kebanggaan. Terlebih, kesempatan itu didapat dalam acara wisuda kampus sekaliber Harvard TH Chan School of Public Health, Amerika Serikat.

Itu yang dirasakan Nadhira Nuraini Afifa, mahasiswi asal Indonesia yang menempuh pendidikan Strata 2 (S2) atau Master di di Department of Global Health and Population Harvard Chan. Nadia membagikan cuplikan pidatonya di akun instagramnya, @nadhiraafifa, dan kanal YouTube miliknya.

“Jujur sebagai orang Indonesia, dan sebagai muslim juga karena di sana aku memakai jilbab jadi kaum minoritas ini merupakan kesempatan yang sangat berharga, sangat membanggakan buat aku, kejuatan yang  luarbiasa untuk mengakhiri journey aku di Harvard,” ungkapnya, di kanal YouTube Nadhira Nuraini Afifa, seperti dikutip Selasa, 9 Juni

Nadhira bercerita, ia ditunjuk menjadi sebagai student speaker setelah berhasil lolos seleksi. Proses seleksi, kata dia, berlangsung cukup adil lantaran semua mahasiswa memiliki peluang yang sama. Beda cerita bila di Indonesia, yang biasanya mengacu prestasi akademis.

"Di Harvard itu mereka mengadakan seleksi yang super fair. Jadi semua mahasiswa punya kesempatan yang sama. Kayak kompetisi gitu, mewakili satu angkatan saat wisuda," cerita Nadhira.

Ada beberapa tahap yang harus dilalui. Pertama, mengumpulkan teks pidato yang akan dibacakan. Nadhira mengaku sempat kesulitan menulis teks pidato karena belum punya pengalaman dan tidak ada petunjuk yang jelas.

Nadhira juga mengaku tak pernah menonton pidato di acara wisuda. "Jadi aku kayak kurang ada acuan harus apa sebenarnya dan enggak ada guideline, cuma dikasih saja pokoknya 500 sampai 750 kata atau, sekitar enam menit kalau dibacakan,” tuturnya.

Meskipun sempat kesulitan, Nadhira akhirnya mampu menuntaskan teks pidatonya dan mengumpulkan di menit-menit akhir. Dua hari berselang, hasil seleksi diumumkan, dan Nadhira lolos ke seleksi berikutnya, yaitu melalui video.

Di tahap ini, Nadhira mendapat pembekalan dari CEO perusahaan komunikasi. Menurutnya itu pengalaman yang baik, karena langsung mendapatkan ilmu dari profesional.

Dalam seleksi video, Nadhira hanya mendapatkan satu kesempatan untuk membacakan pidato. Ia berusaha keras agar selama video direkam tidak ada kesalahan.

"Mau ada salah mau enggak pokoknya recordingnya enggak akan di-stop, jadi sebisa mungkin enggak ada cacatnya sama sekali," tuturnya.

Usaha Nadhira terbayar tuntas. Penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini dinyatakan lolos dan berhak menyampaikan pidato mewakili para wisudawan satu angkannya.

"Datanglah e-mail tulisannya congratulations," ujarnya semringah.

Sebelum hari wisuda, ia kembali mendapatkan pelatihan dan melakukan gladi bersih. Nadhira pun menyiapkan contekan poin-poin yang akan disampaikan, sembari berhari-hari menghapalkan teks pidato.

"Aku bener-bener capek banget ngapalin speech aku berhari-hari sampai aku bosen banget dengernya, latihan di depan kaca, latihan ekspresi,” terangnya.

Dalam pidatonya, ia menceritakan masa-masa awal masuk Harvard. Sekaligus perasaannya sebagai minoritas dan berhijab. Nadhira juga menyatakan sosok ibu yang merupakan sumber inspirasi hingga akhirnya bisa menyelesaikan studi Master.

"Bermimpilah tinggi, karena satu-satunya batasan kita adalah pikiran kita. Itulah yang membuatnya terus melalui masa-masa sulit. Meskipun kurang mampu, Mama telah membesarkan tiga anak yang semuanya menyelesaikan gelar master," bunyi kutipan pidato Nadhira.

Ia pun juga menyampaikan betapa pentingnya kesehatan dalam kehidupan manusia.

"Hanya melalui Kesehatan Masyarakat, kita dapat melihat sekarang seluruh negara melupakan perbedaan mereka dan mengumpulkan sumber dayanya. Di bawah berita utama dramatis coronavirus yang suram, ada banyak kisah kolaborasi dan dedikasi," ungkapnya.
Artikel Asli
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kisah Mahasiswi Indonesia yang Berpidato di Wisuda Harvard