Berita Viral dan TerUpdate

Friday

PESTA NIKAH Meriah Berujung Petaka, 32 Tamu Terinfeksi Corona, Mempelai Pria Meninggal, Istri Syok

PESTA NIKAH Meriah Berujung Petaka, 32 Tamu Terinfeksi Corona, Mempelai Pria Meninggal, Istri Syok

PESTA NIKAH Meriah Berujung Petaka, 32 Tamu Terinfeksi Corona, Mempelai Pria Meninggal, Istri Syok


Gelar pernikahan di tengah pandemi Covid-19, mempelai pria di India meninggal satu hari setelah acara dan tercatat ada 31 tamu undangan yang positif virus corona.

Kejadian ini diketahui terjadi di India.

Satu hari berselang setelah acara pernikahan, mempelai pria meninggal dunia.

Pria tersebut meninggal diduga lantaran terinfeksi virus corona.

Sementara itu, puluhan tamu undangan positif terjangkit Covid-19 setelah menghadiri acara resepsi tersebut.

Melansir Gulf News, terdapat setidaknya 31 penduduk desa yang tercatat terinfeksi virus corona setelah mempelai pria meninggal dunia.

Mempelai pria tersebut diketahui berasal dari distrik Patina dan bekerja di Gurgaon.

Ia menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju lokasi pernikahan di Naubatur, Kota Patna pada 15 juni lalu.

Pernikahan (Freepik.com)

Penduduk desa yang datang di acara resepsi mengatakan bahwa mempelai laki-laki jatuh sakit pada hari itu.

Setelah acara pernikahan tersebut usai, kedua mempelai kembali pulang ke rumahnya.

Pada malam hari, diadakan pesta untuk menjamu para tamu undangan.

Acara tersebut dihadiri banyak penduduk desa.

Namun, keesokan harinya kondisi mempelai pria memburuk.

Ia pun langsung dilarikan ke klinik pemerintah terdekat yang berada di Palingan.

Kondisi yang tak kunjung membaik membuat mempelai pria itu dipindahkan ke rumah sakit di Institut Ilmu Kedokteran India yang lokasi di Patna.

Sesampainya di gerbang rumah sakit, sang mempelai pria dinyatakan meninggal dunia.

Pihak keluarga lantas membawa jenazah kembali ke rumah untuk dikremasi tanpa memberi tahu otoritas kesehatan.

Jenazah pria tersebut juga tidak dites untuk mengetahui apakah mempelai pria tersebut terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Di sisi lain, penduduk yang mengetahui hal tersebut lantas melaporkan kronologi kematian mempelai pria kepada pejabat setempat.

Para penduduk tersebut juga melaporkan bahwa sang mempelai pria datang dari Gurgaon di Haryana kepada pejabat.

Daerah tersebut diketahui sebagai salah satu negara bagian India yang memiliki kasus Covid-19 terbanyak.

Kemudian, tim Departemen Kesehatan bergegas menuju daerah tersebut untuk melakukan tes terhadap 125 orang yang menghadiri pesta pernikahan.

Hasilnya, 15 dari mereka dinyatakan positif corona.

Sementara itu, pada 20 Juni, pihak medis negara tersebut kembali mengumpulkan sampel lebih dari 81 orang dari daerah yang terdampak.

Hasil yang didapat, 16 orang positif terjangkit virus corona.

Dari hasil tes yang dilakukan, total penduduk yang terjangkit Covid-19 berjumlah 31 orang.

Hal tersebut diutarakan langsung oleh seorang pejabat kesehatan, Dr. Ramanujam kepada media, rabu (24/6/2020).

"Mayoritas orang yang dinyatakan positif Covid-19 adalah mereka yang menghadiri pesta pernikahan," ungkap Ramanujam.

Data terbaru negara bagian yang diberikan Departemen Kesehatan, Covid-19 telah merenggut 55 nyawa dan menginveksi 8.180 orang di Bihar.

Dari jumlah kasus positif, terdapat 5.174 pekerja imigran yang telah kembali kerumah dari tempat mereka bekerja di berbagai negara bagian lain.

Berakhir Pilu, Setelah Acara Pernikahan, Satu per Satu Keluarga Positif Covid-19, Ada yang Meninggal

Pernikahan berujung duka, satu per satu keluarga positif Covid-19 hingga ada yang meninggal.

Kejadian ini dikarenakan pada saat pernikahan tidak menghiraukan ketentuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

Pernikahan tersebut diketahui berada di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Ternyata banyak diantara mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Melansir Kompas.com, berdasarkan keterangan dari Pemkot Semarang, hal tersebut diketahui setelah dilakukannya trancing.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang kerap disapa Hendi mengemukakan, peristiwa ini terjadi sekitar pertengahan Juni 2020.

Ada warga Semarang yang melangsungkan acara pernikahan.

Namun, tutur Hendi, pernikahan tersebut tidak sesuai prosedur seharusnya di tengah pandemi.

"Kejadian empat hari yang lalu ada pernikahan yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan karena lebih dari 30 orang," kata dia, Sabtu (20/6/2020).

Banyak ditemukan kasus positif dan ada juga yang meninggal.

Acara pernikahan yang seharusnya bahagia justru berakhir duka.

Pasalnya, setelah acara pernikahan berlangsung, satu per satu keluarga sakit, kritis hingga ada yang meninggal dunia.

"Tersiar kabar ibu salah seorang pengantin meninggal dunia.

"Kemudian menyusul ayahnya sakit kritis positif Covid-19," tutur dia.

Tak berhenti di situ, pemerintah kemudian melakukan tracing.

"Terus anak atau adiknya yang pengantin juga meninggal. Lalu kita tracing," ujar Hendi.

Dari hasil tracing yang telah dilakukan, rupanya takmir masjid pelaksanaan acara pernikahan tertular Covid-19.

Kawasan Tugu Muda Semarang. (Wikimedia Commons)

Hendi mengatakan, awalnya dari pesta pernikahan tersebut ditemukan lima orang positif Covid-19.

Setelah memperluas tracing, masih banyak yang terinfeksi.

"Dari sembilan orang ada lima orang yang tertular positif Covid-19. Tracing lagi ke keluarganya banyak yang positif," jelasnya.

Hendi membenarkan, pesta pernikahan tersebut menyumbang lonjakan kasus positif Covid-19 di Semarang.

Ia pun meminta masyarakat lebih disiplin meerapkan protokol kesehatan agar kejadian serupa tak terulang. (TribunStyle.com/Nafis)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : PESTA NIKAH Meriah Berujung Petaka, 32 Tamu Terinfeksi Corona, Mempelai Pria Meninggal, Istri Syok