Berita Viral dan TerUpdate

Monday

Viral, Pasien Terakhir Sembuh, Selandia Baru Bebas dari Virus COVID-19

Viral, Pasien Terakhir Sembuh, Selandia Baru Bebas dari Virus COVID-19

Viral, Pasien Terakhir Sembuh, Selandia Baru Bebas dari Virus COVID-19


Sempat dikritik karena dinilai telah berlebihan dalam menanggapi Covid-19, kini Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, telah dibanjiri pujian. Negeri yang dipimpinnya itu telah bebas dari virus korona, setelah kasus positif terakhirnya baru saja dinyatakan sembuh.



Kasus terakhir itu terdeteksi pada 22 Mei kemarin namun dalam dua hari terakhir sudah tidak lagi menunjukkan gejala Covid-19. Secara resmi, pemerintah Selandia Baru akan mendeklarasikan jika virus korona telah diberantas penuh pada 15 Juni. Ini didasarkan pada dua siklus penuh transmisi Covid-19 (28 hari).

Hingga kini, Selandia Baru telah melaporkan 1.154 kasus yang mengakibatkan sedikitnya 22 kematian. Para ahli mengatakan sejumlah faktor membantu Selandia Baru mengatasi wabah virus korona, termasuk lokasinya yang terisolasi, tapi terutama dengan kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern, yang yakin untuk memberlakukan lockdown sejak awal.




Ardern telah melarang orang asing memasuki Selandia Baru sejak 20 Maret, ketika belum ada satu pun pasien Covid-19 yang meninggal. Kebijakan itu diambilnya setelah mengetahui bahwa lima kasus awal merupakan kasus impor dari turis luar negeri.

PM Ardern mengatakan bahwa semua ini dapat dicapai berkat rakyatnya yang telah bekerja sama dengan baik selama lockdown. Hal itu dapat dilihat semenjak malam hari sebelum lockdown berlaku, masyarakat Selandia Baru yang biasa pergi ke pantai pada akhir pekan, dilaporkan telah mengisolasi diri di rumah masing-masing.

Hanya seminggu setelah lockdown diterapkan pada bulan Maret lalu, Selandia Baru berhasil meratakan kurva karena jumlah kasus positif berhasil diturunkan hingga 90%. Pemerintahannya juga banyak mengadakan tes Covid-19. Total ada 294 ribu orang menjalani tes dari total 5 juta penduduknya.

Polisi juga berkeliling untuk memantau terjadinya pelanggaran peraturan lockdown. Pada awal bulan April lalu, Menteri Kesehatan Selandia Baru, David Clark, tertangkap basah oleh kamera ketika ditemukan tengah bersepeda di pantai bersama keluarganya, yang berjarak 20 kilometer dari rumahnya.

Setelah peristiwa itu viral, Clark meminta maaf pada publik dan mengaku bersalah atas tindakan bodoh yang dilakukannya. Ia juga mengirimkan surat pengunduran diri pada PM Ardern, namun permintaannya itu ditolak dan ia justru di diturunkan pangkatnya.


Surce: pexels

Berminggu-minggu dalam lockdown, pemerintah terus meminta masyarakat untuk mematuhi peraturan untuk melindungi sesama. Setiap pasien Covid-19 di Selandia Baru yang meninggal, kabar itu menjadi headline dan membuat satu negeri berkabung.

Kerjasama masyarakat dengan pemerintah kini telah membuahkan hasil. Pasca dua bulan berada dalam lockdown, masyarakat Selandia Baru kini bisa kembali bekerja, bersekolah, dan menikmati akhir pekan di pantai.

Namun berita gembira tersebut tidak membuat pemerintah jadi terburu-buru untuk mengangkat lockdown. Pemerintah tetap akan secara perlahan mengangkat lockdown secara bertahap hingga akhir Juni nanti.

Otoritas memperingatkan bahwa kasus baru dapat diimpor ke negara, sehingga belum akan membuka pintu perbatasannya untuk turis masuk secara bebas, meski pariwisata merupakan salah satu pendorong roda ekonomi negara.

"Tidak memiliki kasus aktif untuk pertama kalinya sejak 28 Februari tentu merupakan suatu tanda yang signifikan dalam perjalanan kami. Tetapi seperti yang kami katakan sebelumnya, kita tetap harus waspada terhadap Covid-19," ujar Dirjen Kesehatan, Ashley Bloomfield.

Mencontoh Vietnam

Pemerintah Selandia Baru mencontoh Vietnam yang telah terlebih dahulu terbebas dari Covid-19. Vietnam sempat menjadi sorotan publik kawasan Asia setelah memutuskan melonggarkan kebijakan karantina.

Negeri yang berbatasan dengan Tiongkok itu juga sudah kembali menerima turis asing masuk, namun dengan dampak yang buruk.Vietnam baru saja mengkonfirmasi dua kasus positif Covid-19, keduanya merupakan warga negara yang baru kembali dari Meksiko dan kini tengah dikarantina.

Ini merupakan kasus positif domestik pertama setelah 53 hari warga negara tidak ada yang terinfeksi. Meski sebelumnya terdapat beberapa turis asing yang terindikasi positif Covid-19, hingga kini belum ada pasien Covid-19 yang meninggal di Vietnam.

#TrendingDunia
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Viral, Pasien Terakhir Sembuh, Selandia Baru Bebas dari Virus COVID-19