Berita Viral dan TerUpdate

Thursday

Anaknya Harus Belajar secara Online, Ibu Ini Terpaksa Jual Kambing untuk Belikan Ponsel Rp 1,5 Juta

Anaknya Harus Belajar secara Online, Ibu Ini Terpaksa Jual Kambing untuk Belikan Ponsel Rp 1,5 Juta


Anaknya Harus Belajar secara Online, Ibu Ini Terpaksa Jual Kambing untuk Belikan Ponsel Rp 1,5 Juta


Agar anaknya bisa belajar online, seorang ibu terpaksa menjual kambing untuk membelikan ponsel seharga Rp 1,5 juta.

Pembelajaran secara daring atau online membuat seorang ibu rela menjual kambing untuk membelikan ponsel anaknya.

Ibu rumah tangga asal Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Jombang, harus rela menjual kambing untuk membelikan anaknya ponsel.

Karlik (41) dan suaminya bermata pencaharian sebagai petani.

Ia memiliki dua orang anak, salah satunya masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

Karlik menjual seekor kambing miliknya untuk membeli ponsel seharga Rp 1,5 juta.

Ponsel tersebut dipakai secara bergantian antara anak sulung dan bungsu.

Pasalnya, sejak pandemi Covid-19 sekolah masih ditutup dan peserta didik diminta untuk belajar secara daring atau online.

"Sejak ada corona, pelajaran dilakukan online. Akhirnya ya jual kambing untuk beli HP (handphone), ditambah tabungan anaknya," ujar Karlik, dikutip dari Kompas.com, Kamis (23/7/2020).

Untuk melakukan belajar secara daring pun, Karlik harus menemani anaknya untuk belajar di rumah tetangga yang menyediakan akses internet.

Karlik mengungkapkan, selama ini dia dan suaminya tidak pernah berpikir untuk memiliki ponsel.

"Di desa ini kan tidak ada sinyal, kalau mau belajar online ya harus ke sini. Kalau di rumah (ponselnya) enggak bisa dipakai," ujar Karlik.



Dia berharap, pemerintah segera memberikan izin untuk pelaksanaan belajar mengajar dengan metode tatap muka di sekolah.

"Harapan kami agar sekolah kembali masuk. Kalau belajar online terus ya susah. Di sini sinyalnya juga enggak ada," kata Karlik.

Kasus Serupa

Seorang ibu bernama Ida (45) warga RT 03 RW 04 Kelurahan Kedaung Wetan, Neglasari, Tangerang harus pinjam uang sana sini agar anaknya bisa belajar secara online atau daring.

Anaknya yang bernama Nurhisma, merupakan murid kelas 2 SMPN 22 Kota Tangerang.

Ida mengaku jika anaknya tidak memiliki ponsel untuk proses belajar mengajar.

Anaknya harus meminjam handphone (hp) temannya agar bisa mengikuti pelajaran online yang dilaksanakan selama pandemi Covid-19.

"Enggak punya HP, pinjam HP temannya."

"Beliin pulsa untuk internetnya itu juga pinjam uang," ujar Ida saat dimintai keterangan oleh Wartakotalive di kediamannya, Rabu (15/7/2020).

Demi sekolah anaknya, Ida setiap hari mengumpulkan plastik bekas untuk dijual. Ida, warga Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang yang bekerja sebagai pemulung. (WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA)

Dalam sehari dirinya mendapatkan Rp 20.000 dari hasil menjual plastik sampah itu.

"Suami saya pemulung, kalau enggak kayak gini dapat uang dari mana lagi?"

Hitung - hitung bantu suami cari uang," ucapnya.

Ida dan keluarganya tinggal di rumah petakan dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing.

Rumah yang ditinggalinya ini milik mertuanya.

"Kalau beli pulsa, kami belum dapat bantuan dari pemerintah," ucap Ida.

Diketahui, suami Ida, Mahdi (46) berprofesi sebagai pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Tangerang.

Pasangan suami istri tersebut memiliki 2 anak, Nurhisma dan adiknya yang masih berumur 4 tahun.


Ia mengaku harus memulung bersama suaminya agar anak sulungnya tersebut bisa tetap belajar.

Nurhisma, anaknya, mengaku kesulitan mengikuti pelajaran karena ia tidak mempunyai ponsel.

Sehingga ia harus meminjam temannya.

"Jangankan beli HP, beli beras saja susah," ujar Ida.

"Anak saya paling kalau belajar ke rumah temannya," ucap Ida.

Ida menyebut buah hatinya itu sering kali mendatangi rumah teman sekolahnya.

Nurhisma meminjam ponsel temannya itu untuk mengikuti pembelajaran daring.

Ia mengaku jika ia tidak tutup mata saat anaknya ikut belajar bersama temannya.

Untuk membalas budi, Ida pun membantu iuran pulsa internet untuk anaknya dan juga teman sang anak.

"Paling ngeluarin duit untuk bantu pulsa buat internet ke temannya," katanya.

Menurutnya, saat ini dirinya belum tersentuh bantuan pemerintah, khususnya dalam proses belajar mengajar online ini

(Tribunnewswiki/Afitria) (Kompas.com/Moh. Syafii)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Anaknya Harus Belajar secara Online, Ibu Ini Terpaksa Jual Kambing untuk Belikan Ponsel Rp 1,5 Juta