Berita Viral dan TerUpdate

Friday

Cerita Nenek Bawon Jadi Badut Mampang di Pondok Gede Usai Kepergian Suami: Senang Hibur Anak-Anak

Cerita Nenek Bawon Jadi Badut Mampang di Pondok Gede Usai Kepergian Suami: Senang Hibur Anak-Anak

Cerita Nenek Bawon Jadi Badut Mampang di Pondok Gede Usai Kepergian Suami: Senang Hibur Anak-Anak


Di balik kostum badut mampang, tak banyak orang yang tahun bila Bawon (58) sudah berusia senja.

Namun, ketika bagian kepala badut terbuka, barulah sejumlah pengendara menyadari bila sosok di dalamnya ialah seorang nenek.

Ya, sejak beberapa bulan lalu, Bawon atau akrab disapa Nenek Bawon ini memutuskan merantau ke Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ia memutuskan mengadu nasib di kota orang dengan berprofesi sebagai badut mampang.

 

"Jadi badut baru. Tadinya di kampung aja di Indramayu," katanya di lokasi, Jumat (3/7/2020).

Menurut Bawon, ia terpaksa bekerja kembali selepas kepergian suaminya, Muslimin (62) menghadap Ilahi.

"Pokoknya saya begini pas suami saya meninggal. Katanya sudah komplikasi dan dua tahun lalu meninggal," lanjutnya.

Sambil menceritakan kondisi almarhum suaminya kala itu, Bawon pun terisak.

 

Ia menceritakan hingga saat ini tak memiliki BPJS. Bawon, badut mampang di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jumat (3/7/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Sehingga, saat suaminya jatuh sakit hanya berobat ke klinik biasa dan tak pernah pergi ke Rumah Sakit (RS).

"Saya enggak punya BPJS. Ke klinik ya sesekali aja. Jadi cuma berobat jalan aja gitu," ungkapnya.

Alhasil, semakin hari tubuh suaminya mulai digerogoti oleh penyakitnya dan Bawon sudah mengikhlaskan kepergiaan suaminya.

  "Suami saya kan memang rajin. Sebenarnya kami juga tinggal di Bekasi sejak awal tapi di Cibitung,"

"Walaupun lagi sakit tetap kerja, kayak ngojek atau kalau disuruh orang ya mau. Tapi pas sudah parah cuma di rumah aja. Saya urusi dia," jelasnya.

Selanjutnya, Bawon kembali ke Indramayu dan menumpang hidup di rumah keponakannya yang bernama Rum.

Masih diselimuti duka, Bawon hanya tinggal menumpang.

  Selain itu, keponakannya juga tak menginginkan Bawon untuk bekerja selama di kampung.

Kendati begitu, sebagai bibi, Bawon mulai merasa tak enak hati.

Terhitung sudah satu tahun lebih ia hidup menumpang tanpa bekerja apapun.

Sampai akhirnya pembicaraan antar keduanya menjadi jalan untuk Bawon merantau ke Bekasi.

  "Ua melamun mulu, kenapa?," tanya Rum saat itu.

"Enggak, enggak apa-apa kok," sahut Bawon.

Setelah berulang ditanyai seperti itu, akhirnya Bawon mengutarakan maksud hatinya.

"Ua keingetan Rahman aja (saudaranya di Bekasi). Ua pengin ke sana," ungkap Bawon

"Terserah ua kalau mau ke sana. Punya ongkos enggak?," tanya Rum kembali.

"Enggak," jawab Bawon.

Percakapan hari itu pun berakhir begitu saja.

Namun, setelah dua hari berselang, Rum kembali bertanya kesungguhan bibinya perihal merantau ke Kota Bekasi

"Ua benar enggak mau Bekasi? Memang kenapa di sini, enggak betah ya?," tanya Rum hati-hati.

"Enggak kok, ua cuma pengin ke Rahman aja," jawab Bawon.

Selanjutnya, Rum menghubungi Rahman dan memberikan Bawon bekal uang saku untuk Bawon merantau.

"Mulai dari situlah saya ikuti jejak Rahman untuk bekerja sebagai badut mampang. Sebab, dia kan memang dari dulu kerjanya sebagai badut mampang," ungkapnya.

Penghasilan

Di balik suka dan dukanya selama bekerja, Bawon lebih menikmati saat-saat seperti ini.

Selain bisa menghilangkan beban pikirannya perihal almarhum suaminya, dengan bekerja sebagai badut, Bawon dapat berinteraksi dengan banyak anak kecil.

Pasalnya, selama puluhan tahun menikah dengan almarhum suaminya, ia tak dikaruani anak.

"Dukanya ya ada karena memang jadi kerja lagi. Tapi lebih banyak senangnya karena badut kan disukai anak-anak. Saya memang enggak punya anak kan, jadi senang aja kalau lihat anak kecil pada tertawa,"

"Kadang nih, ada anak kecil yang pengin pegang kepala badutnya. Itu buat saya makin senang," ungkapnya.

Setiap harinya, Bawon bekerja sebagai badut manpang di kawasan Pondok Gede mulai pukul 10.00 WIB hingga menjelang magrib.

Ia pun bisa mendapatkan penghasilan rata-rata perhari sekitar Rp 100 ribu.

"Alhamdulillah senangnya ada, hasilnya juga ada. Kalau penghasilan kan enggak tentu, tapi memang rata-rata Rp 100 ribu. Tapi kadang bisa kurang dan bisa lebih," tandasnya.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cerita Nenek Bawon Jadi Badut Mampang di Pondok Gede Usai Kepergian Suami: Senang Hibur Anak-Anak