Berita Viral dan TerUpdate

Wednesday

Ia Hanya Ingin Ayahnya yang Buta Bisa Melihat, Saat Ditanya “Alasannya” Jawabannya Bikin Banyak Netizen Banjir Air Mata!

Ia Hanya Ingin Ayahnya yang Buta Bisa Melihat, Saat Ditanya “Alasannya” Jawabannya Bikin Banyak Netizen Banjir Air Mata! 

Ia Hanya Ingin Ayahnya yang Buta Bisa Melihat, Saat Ditanya “Alasannya” Jawabannya Bikin Banyak Netizen Banjir Air Mata!


Bagi sebagian orang hal sepele bisa jadi sangat berarti bagi mereka. Namun kadang kita tak mensyukuri apa yang telah Tuhan anugerahkan pada diri kita. Contohnya fisik yang sempurna tanpa kurang satu hal pun. Kadang kita kurang mensyukuri padahal di luar sana ada orang yang begitu mengharapkan, menginginkan anggota tubuh yang pada diri kita sudah ada sejak lahir. Seperti sebuah kisah satu ini yang semoga memberikan inspirasi dan membuat kita lebih bersyukur pada apa yang telah Tuhan berikan, yuk simak!


"Aku selalu melihat ayah tersenyum meskipun ia sudah tak bisa melihat selama 5 tahun. Ayah juga bisa mengancingkan bajuku, mengantarkan aku kesekolah hingga mengatakan padaku jika hidup ini sangaaaat indah!


Hari ini aku bercerita pada ayah jika aku mendapatkan 5 bintang di kelas menggambar. Aku mengambar ayah yang sedang berdiri disampingku. Dan ia selalu tersenyum pada apapun yang aku katakan dan aku ceritakan. Terkadang aku tak percaya jika ayah benar-benar tak bisa melihat. Karena ia juga selalu menyuapiku makan. Aku pernah bertanya padaya apakah ia akan bisa melihat lagi? Dan ayah tersenyum.



Beberapa kali aku mengantar ayah pula untuk cek mata dengan dokter. Dokter pun berkata jika ayah bakan bisa melihat kembali. Kamu tau bagaimana perasaanku? Ya! Sangat bahagia luar biasa. Aku dan ayah biasa bermain, seperti saat ayah menyemprot tanaman aku kadang menjahilinya dengan menyemprotkan air ke arah ayah, mungkin nanti saat ayah bisa melihat aku tak bisa menjahilinya seperti ini lagi.




Aku juga selalu membantu untuk beres-beres rumah loh! Hari itutelepon rumah kami berdering, ternyata itu dari rumah sakit. Suster mengatakan jika pendonor mata untuk ayah sudah ada, betapa bahagianya aku. Saat disekolah aku tak sabar menunggu bel berbunyi, saat aku di sekolah ayah melakukan sesi cek up mata lagi. Aku yang kegirangan mendengar bel berbunyi lari untuk ke rumah sakit. Jika ayah bisa melihat ia harus memberikan ku sebuah senyum yang besar dan lebih lama.



Sesampainya di rumah sakit aku melihat ayah sedang duduk. Ia memegang boneka yang aku buat, saat aku di hadapannya aku bertanya ‘ayah apa kamu sudah bisa melihat sekarang?’ namun ayah hanya tersenyum. Ternyata ada komplikasi di mata ayah, dokter berkata meskipun ayah di operasi ia tetap takkan bisa melihat lagi. Mengetahui itu aku menangis dan memluk ayah.





Aku berkata pada semua temanku jika ayah akan bisa melihat lagi, meskipun aku menangis namun ayah tetap tersenyum. Aku mengatakan padanya jika aku ingin ayah melihat aku tumbuh menjadi dewasa. Dan ayah hanya bisa memelukku. Namun aku tetap bersyukur karena ada ayah di sampingku meskipun a tak bisa melihat. Terimakasih ayah, aku mencintaimu…”


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :