Berita Viral dan TerUpdate

Monday

Terdengar Rintihan Wanita Pengantin Baru dari Warung Kelontong, Terselip Cerita Pilunya di Pagi Buta

Terdengar Rintihan Wanita Pengantin Baru dari Warung Kelontong, Terselip Cerita Pilunya di Pagi Buta

Terdengar Rintihan Wanita Pengantin Baru dari Warung Kelontong, Terselip Cerita Pilunya di Pagi Buta


Beberapa hari sebelum tewas, rintihan disertai tangisan seorang ibu hamil muda kerap terdengar dari warung kelontong milik suaminya.

Pasangan Ansori (40) dan Tayyibah (28) ini bisa dibilang pengantin baru karena baru dua bulan menikah. Bukan kasih sayang, tapi siksaan yang Tayyibah dapat selama itu.

Ansori dikenal ringan tangan. Pukulan dan tamparannya kerap mendarat di tubuh Tayyibah hingga menyisakan banyak bekas luka memar.



Saking tak kuatnya, suatu hari di pagi buta diam-diam Tayyibah menyelinap dan bersembunyi di toilet tetangga untuk menghindari siksaan suaminya.

Ia kabur dari warung kelontong sekaligus tempat tinggalnya di Jalan Kubis 1, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan.

Umar dan istrinya selaku pemilik rumah yang toiletnya dimasuki begitu iba melihat kondisi Tayyibah.

  Terpancar raut ketakutan di wajah wanita asal Pamekasan ini. Tubuhnya lemas dan sempat pingsan saat ditemukan Umar dan istrinya.

"Itu sekitar delapan hari lalu. Jam empat pagi dia ngumpet," ujar Umar saat ditemui TribunJakarta.com di rumahnya, Senin (27/7/2020).



Umar kemudian membopong tubuh Tayyibah keluar dari kamar mandi.

Keluarga ini sempat memberikan sarapan kepada Tayyibah. Perlahan, Umar dan istrinya tahu apa yang dihadapi tamunya itu hingga harus sembunyi dari suaminya.

Sepanjang berada di rumah tetangganya, Tayyibah hanya bercerita hubungannya dengan sang suami sedang tidak baik.

"Bilangnya habis berantem saja. Katanya lagi berantem," kata Umar pendek.

Sekira pukul 14.00 WIB, Ansori mondar-mandir di sekitar warung, menanyakan ke sana kemari keberadaan Tayyibah ke tetangga.


Umar tak enak hati sehingga mendatangi Ansori dan mengabarkan jika istrinya sedang bersembunyi di rumah.

"Terus saya kasih tahu, 'itu istri kakak di kamar mandi tuh, dia pingsan.' Saya kasih makan," cerita Umar.



Seketika Ansori menemui Tayyibah di rumah Umar.

Ia bersimpuh di depan istrinya itu lalu meminta maaf karena telah berbuat kasar selama ini.

"Dia nyesel banget kayaknya," sambung Umar.

Rintih dan Tangis Kesakitan Didengar Warga

Sejak peristiwa itu, Ansori bukannya sadar malah tetap kasar terhadap Tayyibah.

Tanpa sengaja pada Minggu (26/7/2020) pukul 09.00 WIB, seorang warga yang hendak membeli sesuatu melihat Tayyibah sudah tak sadarkan diri di pelukan Ansori.

Warga ini terperanjat setelah melihat sejumlah luka memar di tubuh Tayyibah.

Tak lama polisi datang setelah dihubungi warga. Mereka menyaksikan Tayyibah sudah meninggal.

 

Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto, menjelaskan pihaknya lalu mengamankan Ansori.

Pria asal Sumenep itu kemudian digiring ke sel Polsek Pamulang.



Sedangkan jenazah Tayyibah dibawa untuk diautopsi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Supriyanto tak menampik, telah mengetahui informasi warga yang menyebut Tayyibah kerap dikasari suaminya.

Ansori bertindak kasar dan suka main tangan tidak sekali dua kali saja.

"Berdasarkan keterangan empat saksi dan tetangga, korban menangis beberapa malam. Diduga dianiaya suaminya," ucap Supriyanto.

Dari foto yang diterima TribunJakarta.com, luka memar membiru membekas di sekitar paha kanan korban.

Supriyanto malah mengatakan, luka memar itu ditemukan di banyak titik.

"Ada di muka, paha kanan, perut, tangan kanan, kiri. Banyak luka memarnya," terang Supiyanto.

Menurut Supriyanto, hasil olah tempat kejadian perkara polisi tak menemukan luka tusuk, hanya luka memar.

 

Warung sekaligus rumah kontrakan yang dijadikan tempat tinggal Ansori kini sudah terpasang garis polisi.

"Pemukulannya dengan tangan kosong dan masih kita dalami," ujarnya.

Ansori, terduga kasus kekerasan dalam rumah tangga saat dibawa anggota kepolisian ke Mapolsek Pamulang, Minggu (26/7/2020). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Seminggu lalu, warga sekitar bernama Kris yang hendak membeli rokok pernah menyaksikan Ansori kasar terhadap Tayyibah.

Ia mendapati Ansori cekcok dengan sang istri di dalam warung kelontong.

"Saya pernah ngeliat waktu itu lagi beli rokok, semingguan lalu," cerita Kris kepada TribunJakarta.com.

"Saya lagi membeli rokok lihat mereka berantem. (Tayyibah, red) dipukul sekali, menangis gitu," lanjut Kris.

Gara-gara Uang Kembalian

Sehari setelah meninggalnya Tayyibah, polisi mendapat motif Ansori menganiaya istrinya hingga tewas.

Sehari-hari mereka menjaga warung kelontong dan bergantian jaga.

Beberapa kali mendapat giliran menjaga warung, Tayyibah kerap keliru memberi uang kembalian.

Akibatnya, usaha warung kelontong mereka merugi.

Inilah yang membuat Ansori kesal hingga memukuli istrinya.

"Sering terjadi salah paham di saat istrinya melayani pembeli," ungkap Supriyanto.

"Sering kembaliannya lebih. Karena merasa rugi, pelaku ribut dan (korban, red) ditendang," sambung dia.

Penyidik menjerat Ansori dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 Pasal 44 ayat 3 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

"Ancaman hukumannya 15 tahun. Perbuatan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan matinya orang lain," ucap dia.(tribunnews.com)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Terdengar Rintihan Wanita Pengantin Baru dari Warung Kelontong, Terselip Cerita Pilunya di Pagi Buta