Berita Viral dan TerUpdate

Thursday

Viralnya Tulisan Lama Dono Warkop soal Kritik terhadap Penegak Hukum Era Orde Baru

Viralnya Tulisan Lama Dono Warkop soal Kritik terhadap Penegak Hukum Era Orde Baru

http://www.inivirals.xyz/2020/07/viralnya-tulisan-lama-dono-warkop-soal.html

Nama salah satu personil Warkop DKI, Dono, sedang ramai dibicarakan warganet hingga menjadi trending topic di Twitter pada sore ini (8/7). Setelah ditelusuri, pemicunya adalah tweet yang diunggah akun @fahrisalam pada siang tadi.


Akun tersebut menyebarkan karya tulisan alm. Dono di sebuah surat kabar. Hanya dalam kurun waktu beberapa jam, tweet tersebut kini viral hingga disukai dan dikomentari ribuan warganet.


Banyak orang tak mengetahui kiprah Dono sebagai penulis, sebab ia memang sangat terkenal memerankan watak seorang yang lugu di Warkop. Selain itu, banyak warganet juga takjub dengan gaya tulisan Dono yang dinilai bagus.

Tulisan tersebut berjudul 'Kisah Sertu Jumadi', berisikan kritik halus pada Kepolisian pada zaman orde baru yang mulai kehilangan wibawanya di mata masyarakat.

"Entah mengapa, akhir-akhir ini Pak Jumadi ikut arus 'berperut gendut'. Baju jatah dari kantor menjadi ketat menempel di badan, sehingga jalannya pun tampak lebih susah dari biasanya. Barangkali, ia ingin memenuhi standar stereotip polisi zaman sekarang," tulisnya menyindir.

Tulisan Dono menyorot soal oknum polisi memiliki kendaraan yang sebenarnya tak mampu dibeli dengan gaji seorang aparat. Lalu soal gagal memberikan rasa aman dari kejahatan terhadap kepada masyarakat lewat kisah polisi yang diam saja melihat seorang perempuan ditodong bandit.

Di balik kocaknya Dono sebagai komedian, pria bernama lengkap Drs. H. Wahyu Sardono, merupakan seorang akademisi alumnus Universitas Indonesia. Pada 1971, ia mengambil jurusan sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial & Politik, di mana ia menjadi dosen di kemudian hari.

Semenjak kuliah, Dono dikenal mahasiswa aktif dan kritik yang berani bersuara lantang. Salah satu alasan direkrutnya Dono dalam Warkop Prambors—cikal bakal Warkop DKI—adalah karena ia doyan berhumor sembari menyerempet ranah politik dan isu sosial.

Bahan tersebut juga menjadi isu yang ditulisnya. Oiya, tahukah kalian alm. Dono telah menulis lima buku sepanjang hidupnya?

Source: goodreads

Ya, karya pertamanya adalah Balada Paijo yang bergenre humor dipublikasikan pada 1987. Meski memiliki banyak candaan lucu, Dono tak lupa menyematkan kritik bernada sindiran terhadap parlemen dalam buku debutnya itu.

Setelah buku humor, Dono menerbitkan novel perdana berjudul Cemara-Cemara Kampus (1988). Novel tersebut menggambarkan kisah hidupnya yang berasal dari Jawa Tengah, kuliah di jurusan sosiologi, hingga menjadi karikaturis di koran kampus 'Salemba'.

Buku keempatnya merupakan yang paling laris, berjudul Dua Batang Ilalang yang diterbitkan pada 1999. Novel tersebut bertemakan kampus dan aktivisme mahasiswa, dengan catatan khusus di dalamnya: "Diselesaikan di saat negeri ini dalam keadaan sulit."
Dono hadang tentara dalam Aksi Mei 1998/Twitter

Merasa karyanya itu merupakan puncak kariernya, Dono tak lagi melanjutkan menulis dan kembali ke dunia komedi. Ia pun merasa setelah reformasi situasi politik sudah mereda, tak sehangat zaman perjuangannya untuk meraih demokrasi.

Namun, jiwa menulisnya masih membara, sehingga ia sempat berencana menulis seri novelet humor, tetapi Tuhan memiliki tujuan lain dan ia wafat pada 2001. Baru satu novelet humor yang berhasil Dono tulis, berjudul Senggol Kiri Senggol Kanan yang diterbitkan delapan tahun setelah kepergiannya.

Kini, warganet bersyukur masih dapat menikmati karya-karya alm. Dono. Tak sedikit pula yang berharap tulisan Dono yang diterbitkan di koran dapat dikumpulkan menjadi sebuah buku untuk mengenangnya.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Viralnya Tulisan Lama Dono Warkop soal Kritik terhadap Penegak Hukum Era Orde Baru