Berita Viral dan TerUpdate

Sunday

Jika Kim Yo Jong Jadi Pemimpin Korea Utara, Pakar Militer Khawatir Bisa Lebih Kejam dari Kim Jong Un

Jika Kim Yo Jong Jadi Pemimpin Korea Utara, Pakar Militer Khawatir Bisa Lebih Kejam dari Kim Jong Un

 
Jika Kim Yo Jong Jadi Pemimpin Korea Utara, Pakar Militer Khawatir Bisa Lebih Kejam dari Kim Jong Un


Adik pempimpin tertinggi Korea Utara, Kim Yo Jong, semakin memiliki posisi kuat di pemerintahan, pakar khawatir ia lebih kejam dari Kim Jong Un

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pakar militer mengungkapkan kekhawatirannya jika Kim Yo Jong menjadi penguasa tertinggi Korea Utara.

Ia menganggap perempuan itu bisa lebih brutal dari sang kakak, Kim Jong Un, seperti diberitakan Kompas.com.

Kekhawatiran semacam ini menjadi isu liar seiring menguatnya posisi Kim Yo Jong di Korea Utara.

Apa lagi muncul rumor Kim Jong Un tengah mengalami koma.

Meski pemerintah segera membantah isu tersebut.

Seorang pensiunan angkatan darat AS, David Maxwell menerangkan, dirinya tak bisa menggambarkan bagaimana jika Kim Yo Jong memerintah.

"Tetapi dalam prediksi saya, mengingat reputasi dan sejarah keluarganya, dia bakal memerintah dengan tangan besi," kata Maxwell.

Adapun Maxwell merupakan salah satu penulis rencana cadangan Pentagon bersama Korea Selatan mengantisipasi kejatuhan rezim Korea Utara, pada 1999.

Dia menerangkan, sempat muncul spekulasi bahwa Kim kakak akan lebih terbuka bagi dunia ketika menggantikan ayahnya, Kim Jong Il, pada 2011.

Namun, Maxwell yang kini menjadi peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies mengatakan bahwa spekulasi itu tak pernah terjadi.

"Jadi, saya kira kita harus mengasumsikan bahwa setiap penerus akan bertindak lebih brutal dari pendahulunya," ujar dia dilansir New York Post Senin (24/8/2020).

Kim Yo Jong Jadi 'Orang Nomor Dua' di Korea Utara Kim Yo Jong tampak berada di samping kanan kakaknya, Kim Jong Un, yang kini adalah pemimpin tertinggi Korea Utara. (KCTV/Daily Star via Kompas.com)



Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, dikabarkan telah mendelegasikan beberapa tugas kenegaraan pada adik perempuannya, Kim Yo Jong.

Kabar ini dilaporkan agen mata-mata Korea Selatan, yang kemudian dikutip oleh The Guardian.

Dengan demikian, Kim Yo Jong dianggap sebagai 'orang nomor dua' di Korea Utara secara de facto, seperti diberitakan Kompas.com, Jumat (21/8/2020).

"Intinya adalah bahwa Kim Jong Un masih memegang kekuasaan absolut. Tetapi (kali ini) telah menyerahkan lebih banyak kewenangannya dibandingkan dengan masa lalu," kata Ha Tae-keung, anggota parlemen Korea Selatan yang duduk di komite majelis intelijen nasional.

Pendelegasian tugas tak hanya diberikan pada kim Yo Jong.

Kim Jong Un juga memberikan wewnang penting pada sejumah pejabat senior lain.

Wewenang yang dimaksud mulai dari ranah ekonomi hingga militer.


Ha berspekulasi langkah ini dilakukan karena Kim Jong Un ingin mengurai stressnya.

Memang, stres dikabarkan menjadi satu di antara penyebab menurunnya kesehatan Kim.

Meski dia memberikan wewenang ke beberapa orang, Kim masih menjadi pemimpin absolut di negeri itu.

Bahkan Ha menyebut tak ada tanda-tanda Kim Jong Un bakal digantikan Kim Yo Jong.

Jadi Anggota Penuh Politbiro Kim Yo-jong mendampingi kakaknya, Kim Jong-un, mengunjungi satu unit militer Korea Utara pada 2015. (KCNA)


Kim Yo Jong yang tak lain merupakan adik Kim Jong Un, diketahui menjadi anggota penuh Politbiro Korea Utara.

Pengangkatan ini semakin meyakinkan posisi Kim Yo Jong sebagai tandem, alias orang nomor dua di Korea Utara setelah sang kakak.

Diberitakan Kompas.com dari Daily NK, kabar ini dibeberkan oleh sumber yang menghadiri pertemuan politbiro Kamis (2/7/2020).

Meski demikian, sumber itu menolak untuk disebutkan identitasnya.

“Meski saat ini tidak ada cara untuk mengetahui secara pasti kapan ia menjadi anggota penuh politbiro, sebagian besar pejabat dalam pertemuan itu menyadari fakta ini pada saat rapat,” ujar sumber tersebut sebagaimana dilansir dari Daily NK, Senin (13/7/2020).

Lebih lanjut, sumber tersebut mengatakan, papan nama di atas meja Kim Yo Jong bertuliskan “Kamerad Kim Yo Jong, Anggota Politbiro Komite Sentral”.

Berdasarkan sebuah laporan, Kim Yo Jong menjadi anggota penuh politbiro Korea Utara kurang dari tiga bulan sejak 11 April.

“Para kader mengatakan Kim Yo Jong menjadi anggota penuh politbiro partai karena pekerjaannya membangkitkan permusuhan kepada musuh dan mengeluarkan pernyataan keras terhadap mereka,” kata sumber tersebut.


Corong media resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan, Rapat Pleno Politbiro ke-14 dihelat di kantor pusat Komite Sentral Partai Buruh pada 2 Juli.

Pada rapat tersebut, Kim Yo Jong terlihat duduk di barisan depan, kedua dari kanan.

Dia memandang ke arah podium.

Dia duduk diapit oleh Kepala Departemen Organisasi dan Bimbingan (OGD) Jo Yong Won di sebelah kanan dan Kepala Departemen Keamanan Negara (MSS), Jong Kyong-thaek, di sebelah kirinya.

Dalam tradisi rapat politbiro Korea Utara, para penanggung jawab atas hal-hal yang dibahas dalam rapat duduk di ujung kanan di baris depan.

Baca: Kim Yo Jong

Pertemuan politbiro tersebut membahas kegagalan Kementerian Keamanan Negara dalam memberantas kegiatan ilegal, termasuk penyelundupan, di wilayah perbatasan Sino-Korea Utara.

Kegagalan tersebut juga telah membuat Korea Utara kesulitan mencegah penyebaran Covid-19 di negara tersebut.

Selama pertemuan, disebutkan bahwa penyakit itu dapat menyebar ke Korea Utara melalui penyeberangan perbatasan ilegal dan kegiatan penyelundupan.

“MMS harus bertanggung jawab untuk mencegah hal ini terjadi," kata sumber tersebut kepada Daily NK.

Dalam pertemuan tersebut, perintah atas nama Kim Jong Un akan dijatuhkan kepada penjaga perbatasan yang tertangkap dan terlibat dalam kegiatan ilegal di perbatasan.

Mereka akan diberhentikan dengan tidak hormat.
 Kim Yo Jong (kanan atas) menghadiri pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Korea Utara 2018 (Commons.wikimedia.org)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kim Yo Jong Perkuat Posisinya sebagai "Orang Nomor 2" di Korea Utara"

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kompas)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Jika Kim Yo Jong Jadi Pemimpin Korea Utara, Pakar Militer Khawatir Bisa Lebih Kejam dari Kim Jong Un