Berita Viral dan TerUpdate

Tuesday

Bupati Mirna Akui Gajinya Tak Cukup Bayar Mahar Partai

Bupati Mirna Akui Gajinya Tak Cukup Bayar Mahar Partai

Bupati Mirna Akui Gajinya Tak Cukup Bayar Mahar Partai

 

Bupati Kendal Mirna Annisa tak mencalonkan diri lagi dalam pesta demokrasi Pilkada Kendal 2021.

Meski memiliki peluang menang, Mirna memilih mundur dari peta politik Kendal dengan alasannya sendiri.

Apa yang membuat Mirna yakin tak mau maju lagi?

Untuk mendapatkan jawabannya, Tribun Jateng mewawancarai Mirna Annisa. 

Kalau melihat kembali lima tahun ke belakang, sebenarnya bagaimana awal mula tertarik jadi Bupati?

Sebenarnya waktu itu, bukan keinginan saya pribadi, tapi saya dapat amanah dari pimpinan tertinggi Partai Gerindra agar saya maju dalam pilkada Kendal. Dan waktu itu saya meminta restu dari orangtua dan suami untuk maju.

Bagaimana awal-awal waktu mulai memimpin Kendal?

Jujur, saat pertama saya lebih banyak belajar. Kondisinya masih carut-marut antara ketersediaan anggaran yang terbatas, SDM yang sering tidak ideal, dan besarnya tuntutan masyarakat agar Kendal segera mendunia.

Ibaratnya saya seperti babat alas. Saya sadar banyak orang terusik, karena harus geser sana-sini, dan terus saya pacu demi tuntutan pembangunan yang selama ini seperti stagnan. Saya tahu gaya keras saya memunculkan banyak yang tidak suka.

Apa tantangan yang dihadapi saat masa-masa awal memimpin Kendal?

Tentu saja butuh kerja keras, Banyak yang tidak tahu beratnya menjadi bupati. Setiap hari ratusan pesan masuk ke HP, banyak sekali yang meminta ini itu.

Saya sempat kurang tidur, kurang istirahat, tapi risiko harus saya tanggung, sebagai amanah dari rakyat. Saya sering berucap kepada para ASN, bahwa jabatan Bupati hanya tenaga kontrak (outsourcing), merekalah inti dari pasukan pembangunan.

Bagaimana hasil kerja selama ini?

Alhamdulillah, hampir 100% jalan di Kendal sudah mulus sekarang. Memang masih ada 6% yang harusnya tahun ini selesai, namun karena wabah covid, tertunda di tahun depan. Sebisa mungkin tahun ini tetap diperbaiki walau kurang maksimal.

Selama lima tahun menjalankan amanah dengan kerja keras, hasilnya membanggakan. Banyak sekali indikator pembangunan di Kendal yang mendapatkan penghargaan baik nasional maupun internasional. Sebelumnya itu tak pernah terpikirkan sama sekali.

Bagaimana perasaannya setelah tidak mencalonkan diri lagi sebagai bupati?

Mirna melangkah sebagai pengemban amanah rakyat. Berusaha ingin jadi pemenang sejati. Walau tentu semua orang bisa memberikan persepsi berbeda.

Saya merasa lahir dari rakyat. Kendal mengalir di darahku. Tanah tumpah darahku. Aku ingin melangkah bersama rakyat, dalam keinginan dan kebanggaan be[plrsama mereka.

Apa yang membuat yakin tak ikut pilkada tahun ini?

Saya tidak sanggup mengikuti cara-cara partai yang mengharuskan saya mengeluarkan dana besar untuk maju lagi. Gaji saya sebagai bupati tidak akan cukup untuk membayar mahar partai yang cukup besar.

Saya tidak ingin terjebak dalam mekanisme politik transaksional. Saya tak berani mengikuti kehendak partai, jika itu akan menyandera saya lima tahun ke depan.

Apakah ada rasa menyesal karena tak bisa melanjutkan kepemimpinan?

Tidak ada. Saya ikhlas dan legowo, karena ini jalan Allah SWT. Justru saya bersyukur karena tidak terjebak dalam pusaran kekuasaan yang mengedepankan transaksional. Tapi Saya harus menuntaskan amanah.

Berharap ke depan Kendal mendunia dengan konteks istimewa. Walau langkah ini harus terhenti.

Banyak hal yang tak bisa diceritakan, bagaimana amanah rakyat harus berbenturan dengan berbagai kepentingan. Kadang kita punya cita-cita, tapi rengkuhan tangan ini terlalu kecil menembus kekuatan para penguasa.

Semoga saudara saudaraku di Kendal memahami. Percayalah kebersamaan kita ini adalah bukti nyata. Bahwa rakyatlah raja sejati.

Apa pesan kepada pemimpin selanjutnya?

Menghadapi pilkada akhir tahun ini. Siapapun yang terpilih, semoga yang terbaik untuk Kendal. Semoga bisa bekerja dengan standar keinginan rakyat. Sesuai amanah rakyat.

Sayangi mereka berikan ketulusan, meski pemimpin yang lahir bukanlah pemimpin yang terproses dari sportifitas kehendak rakyat Kendal, berusahalah untuk tetap memberikan ketulusan.

Apa yang nanti akan dilakukan setelah tak menjadi bupati?

Saya yakin Allah akan memberikan perlindungan dan jalan bagi saya untuk terus mengabdi bagi masyarakat lewat jalan apapun. Semoga Allah meridhoi Kendal untuk terus mendapatkan pemimpin yang terbaik dan Kendal terus maju.

Apakah ada kemungkinan akan maju lagi sebagai Bupati Kendal di periode selanjutnya setelah ini?

Manusia boleh berencana, tapi pada akhirnya Allah yang menentukan. Saya akan mengerjakan apa saja asal itu sesuai dengan perintah Allah dan demi kepentingan warga Kendal, Jawa Tengah dan Indonesia. (Ear)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bupati Mirna Akui Gajinya Tak Cukup Bayar Mahar Partai