Berita Viral dan TerUpdate

Thursday

Kuli Bangunan yang Dianiaya Polisi Berujung Damai, Sardi Akui Ditawari Sejumlah Uang: Sudah Sepakat

Kuli Bangunan yang Dianiaya Polisi Berujung Damai, Sardi Akui Ditawari Sejumlah Uang: Sudah Sepakat

Kuli Bangunan yang Dianiaya Polisi Berujung Damai, Sardi Akui Ditawari Sejumlah Uang: Sudah Sepakat


Kasus penganiayaan seorang kuli bangunan di Deli Serdang, Sumatera Utara, Sarpan (57), berujung kesepakatan damai.

Dilansir TribunWow.com, hal itu diungkapkan putra Sarpan, Sardi, dalam tayangan Mata Najwa di kanal YouTube Najwa Shihab, diunggah Kamis (3/9/2020).

Diketahui Sarpan diperiksa di Polsek Percut Sei Tuan, Deli Serdang sebagai saksi kasus pembunuhan pada Kamis (2/7/2020) lalu.

Kondisi Sarpan, kuli bangunan di Deli Serdang yang dianiaya saat diperiksa sebagai saksi pembunuhan, diunggah Selasa (11/7/2020). (Capture YouTube Tribunnews)

Namun dalam pemeriksaan itu ia dipaksa mengaku sebagai pelaku dan dianiaya.

Sang anak menuturkan, ayahnya berulang kali masuk rumah sakit akibat penganiayaan tersebut.

Meskipun begitu, pihak keluarga memutuskan berdamai setelah Sarpan dipukuli, disabet dengan rotan, disundut rokok, bahkan disetrum.

Hal itu kemudian disorot presenter Najwa Shihab.

"Inisiatif untuk berdamai itu datang dari polisi atau dari keluarga?" tanya Najwa Shihab.

"Dari polisi," jawab Sardi.

Sang anak membenarkan pihak keluarga mendapat tawaran sejumlah uang untuk menutup kasus tersebut.

"Polisi yang ajak damai? Polisi menawarkan uang?" tanya Najwa lagi.

"Iya, benar," ucap Sardi.

Sardi menyebutkan tawaran uang itu sudah diberikan kepada pihak keluarga.

Najwa ingin tahu apakah ada keinginan dari keluarga untuk menggugat perlakuan tidak adil tersebut.

Diketahui baru-baru ini Sarpan kembali dirawat karena menderita pembengkakan limpa yang disebut sebagai akibat pemukulan.

"Dari keluarga memang sudah tidak mau mengusut lagi walaupun Bapak sekarang masih di rumah sakit?" tanya Najwa Shihab.


Sardi kembali membenarkan hal tersebut.

Meskipun begitu, ia mengaku prihatin karena sang ayah tidak lagi dapat mencari nafkah.

"Benar, tapi harus ada biaya pengobatan Bapak dipikir selama di rumah sakit. 'Kan kasihan, kepala rumah tangga enggak bisa kerja lagi," tutur warga Deli Serdang ini.

Najwa terus memastikan penjelasan Sardi.

"Tetapi memang keluarga tidak mau memperpanjang ini lagi? Tidak mau mengusut?" tanya dia.

Sardi kembali menjawab hal serupa.

Ia justru berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah menangani kasus ayahnya.

"Iya. Karena 'kan sudah sepakat berdamai. Saya pun berterima kasih kepada polisi sudah memberikan santunan kepada Bapak, sudah meringankan Bapak selama ini," tutup Sardi.

Lihat videonya mulai menit ke-7.00:



Sarpan Alami Sejumlah Luka

Dalam tayangan yang sama, Sardi menuturkan sang ayah kembali dirawat di rumah sakit sejak disiksa pada Kamis (9/7/2020) lalu.

"Tadi diperiksa dokter ada pembengkakan limpa juga di perutnya," ungkap Sardi.

Ia menyebutkan sudah tiga hari ini sang ayah dirawat di rumah sakit.

Meskipun begitu, kondisi Sarpan sudah stabil.

Presenter Najwa Shihab lalu bertanya penyebab pembengkakan limpa yang dialami Sarpan.

"Pembengkakan limpa apakah juga akibat dipukuli waktu itu di tahanan?" tanya Najwa Shihab.

"Ya, benar," ungkap Sardi.

Selain itu, Sarpan mengalami sejumlah luka lain yang diduga akibat penganiayaan saat diperiksa di Polsek Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

"Bapak lebam-lebam, ada juga pukulan rotan di bagian belakang, dan disetrum juga sebanyak dua kali," paparnya.

Ia membenarkan sang ayah diduga disiksa selama lima hari ditahan.

"Betul, pengakuan Bapak sendiri," tegas Sardi.

Sardi mengungkapkan kondisi ayahnya, Sarpan, kuli bangunan yang diduga dianiaya karena dipaksa mengakui pembunuhan, dalam Mata Najwa, Rabu (2/9/2020). (Capture YouTube Najwa Shihab)

Diketahui akhirnya Sarpan dilepaskan setelah warga berdemo di Polsek Percut Sei Tuan.

Ia mengungkapkan awal mula warga mengetahui kejadian penganiayaan Sarpan adalah saat istrinya datang menjenguk ke polsek.

"Waktu jenguk, ibu menerobos pintu penyidik karena di ruang penyidik itu tidak boleh masuk kalau mau menjenguk bapak," tuturnya.

Saat menjenguk, sang istri mendapati Sarpan sudah mendapat sejumlah luka yang kondisinya mengenaskan.

"Jadi ibu menerobos ruang penyidik. Lalu lihatlah bapak menghadap ke dinding, dilihatlah keadaan bapak mukanya lebam-lebam, pelipisnya pecah," papar Sardi.

"Ada juga sundutan rokok. Bahkan disetrum sebanyak dua kali," tambahnya.

Dikutip dari Tribunnnews.com, diketahui tiga perwira yang bertugas di Polsek Percut Sei Tuan dicopot akibat kejadian tersebut.

Ketiganya adalah Kapolsek, Kanit Reskrim, dan Panit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan.

Hal itu dikonfirmasi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan.

"Kanit Reskrim dan dua Panit Reskrim ditarik ke Polrestabes Medan dan Kapolseknya diganti," kata Tatan Dirsan, Jumat (10/7/2020). (TribunWow.com/Brigitta Winasis)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kuli Bangunan yang Dianiaya Polisi Berujung Damai, Sardi Akui Ditawari Sejumlah Uang: Sudah Sepakat