Berita Viral dan TerUpdate

Tuesday

Mobil BMW Rp 7 Miliar Disita Dua Apartemen Digeledah, Jaksa Pinangki Dijerat Pasal Pencucian Uang

Mobil BMW Rp 7 Miliar Disita Dua Apartemen Digeledah, Jaksa Pinangki Dijerat Pasal Pencucian Uang


Mobil BMW Rp 7 Miliar Disita Dua Apartemen Digeledah, Jaksa Pinangki Dijerat Pasal Pencucian Uang


Kejaksaan Agung menyita sejumlah barang milik Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan janji atau hadiah dari Djoko Tjandra.

Salah satu yang disita adalah mobil BMW tipe SUV X5.

"Itu mobil BMW-nya tersangka Pinangki sudah kami sita," kata Direktur Penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Andriansyah kepada wartawan, Selasa (1/9).

Febri mengatakan bahwa mobil seharga Rp 1,5 miliar itu disita oelh tim Kejagung dari hasil penggeledahan di empat lokasi.


"Sejak sabtu kemarin penyidik bergerak ke lapangan sehingga hari Senin saya sudah dilaporkan ada empat tempat dilakukan penggeledahan," ujar Febrie.

Beberapa lokasi yang digeledah di antaranya apartemen milik Pinangki.

Ada dua apartemen di daerah Jakarta Selatan yang digeledah.

"Apartemennya sudah kita geledah," kata Febrie. Selain apartemen, Febrie mengatakan pihaknya juga menggeledah sejumlah titik lokasi lain. Di antaranya dealer mobil hingga penggeledahan di daerah Sentul, Bogor, Jawa Barat.


Dari penggeledahan di lokasi-lokasi tersebut penyidik kemudian menyita satu unit mobil BMW tipe X5 dan sejumlah barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan perkara.

Menurut dia, penggeledahan itu dilakukan dalam rangka pengumpulan barang bukti lain yang diperlukan penyidik dalam perkara tersebut.

Selain itu penggeledahan juga dilakukan untuk mencari kemungkinan pihak lain yang terlibat.

"Ada alat IT dan dokumen yang disita. Mungkin ada alat-alat itu dokumen biasalah kepemilikan," ujar dia lagi.

"Yang jelas kan ini ada penggeledahan ada perlu alat bukti lain inikan pengembangan untuk memperdalam satu penguatan dari alat bukti.


Kemudian juga untuk melihat ada peran lain orang lain di proses itu," kata Febrie.

Dalam kasus ini, Pinangki diduga menerima suap dari Djoko Tjandra. Dugaan suap itu terkait pengaturan upaya Peninjauan Kembali (PK) Djoko Tjandra di PN Jakarta Selatan.

Tak hanya itu, Pinangki diduga turut mengurus fatwa ke MA agar Djoko Tjandra tak dieksekusi di kasus cessie Bank Bali.

Dalam kasus ini, Pinangki diduga menerima hadiah senilai Rp7 miliar untuk membantu proses pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) perkara dari terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

Pengurusan fatwa MA itu diduga merupakan permintaan dari Djoko sehingga tidak perlu dieksekusi pada 2009 silam.

Pinangki adalah jaksa eselon IV di Kejagung. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan sebelum akhirnya dicopot.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Pinangki ditahan di Rutan Kejagung cabang Salemba sejak Rabu (12/8) lalu.

Di sisi lain Djoko Tjandra pun telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada Pinangki pada Kamis (27/8) kemarin.

Atas perbuatannya, Pinangki dipersangkakan dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Pinangki juga dijerat dengan sangkaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Febrie mengatakan pihaknya telah menggeledah sejumlah lokasi yang terkait dengan dugaan dugaan cuci uang Pinangki dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, Febrie belum menjelaskan secara rinci mengenai pasal yang akan menjerat Pinangki. Ia menjanjikan penyidik akan bekerja cepat untuk menuntaskan kasus ini.

"Agar ini cepat disidangkan agar masyarakat bisa tahu di persidangan itu bagaimana konstruksi, perbuatan Pinangki maupun Djoko Tjandra," ujarnya.(tribun network/igm/dod)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Mobil BMW Rp 7 Miliar Disita Dua Apartemen Digeledah, Jaksa Pinangki Dijerat Pasal Pencucian Uang