Berita Viral dan TerUpdate

Sunday

TEGANYA Dokter Ini Manfaatkan Situasi Keruh Pandemi Covid-19, Palsukan Hasil Rapid Test Demi Fulus


TEGANYA Dokter Ini Manfaatkan Situasi Keruh Pandemi Covid-19, Palsukan Hasil Rapid Test Demi Fulus

Teganya dokter dan asistennya di India ini cari keuntungan di tengah pandemi Covid-19 dengan memalsukan hasil rapid test. Bau busuk itu pun terbongkar meski ditutup rapat.

Seorang dokter di India ditangkap karena mengeluarkan hasil tes Covid-19 palsu atas nama lab swasta terkenal.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian Delhi menangkap seorang dokter dan rekannya karena diduga memberikan laporan uji Covid-19 palsu kepada orang-orang.

Dokter Kush Parashar dan rekannya, Amit Singh ditangkap pada Jumat, sebagaimana dikutip dari India Times, Sabtu (5/9/2020).

Mereka berdua ditangkap setelah menerima pengaduan dari laboratorium swasta.

Dokter dan asisten yang palsukan laporan tes Covid-19 (India Times)

Pihak laboratorium mengatakan sertifikat Covid-19 yang dikeluarkan oleh terdakwa atas nama mereka tersebut palsu.

Menurut polisi, kejahatan tersebut terungkap setelah seorang pengusaha yang menjalankan bisnis menyediakan staf perawat untuk pasien, meminta dr. Parashar untuk memberikan laporan tes Covid-19.

Pengujian virus corona tersebut diminta dari dua staf perawatnya sebelum mereka terlibat dalam pekerjaan tersebut.

Parashar memalsukan laporan dan mengirimkannya ke pengusaha tersebut.

Ilustrasi uji Covid-19 (AFP via India Times)

Melihat adanya kesalahan pada nama, klien kemudian menghubungi pusat diagnostik dan meminta laporan baru.

Namun, pihak diagnostik tidak dapat menemukan catatan pasien.

Melihat ada hal yang mengganjal, pihaknya kemudian melapor kepada polisi.

Pihak kepolisian mengatakan, mereka menerima keluhan dari laboratorium pengujian terkenal tentang daftar pemalsuan laporan tes Covid-19.

Kemudian kasus tersebut pun diproses di kantor polisi Hauz Khas.

Terdakwa lantas ditangkap pada hari Kamis.

Ilustrasi uji Covid-19 (bccl via India Times)

Wakil Komisaris Polisi Atul Kumar Thakur mengungkapkan kronologi pemalsuan laporan Covid-19 tersebut.

"Parashar merekomendasikan pasien untuk tes COVID-19 dan mengumpulkan sampel," kata Thakur.

"Dengan bantuan rekan terdakwa, Singh, dia biasa membuat laporan tes palsu dari pusat diagnostik terkenal atau laboratorium seperti yang diinginkan oleh pasien," lanjutnya.

Namun laporan tersebut sulit dibedakan karena dalam format yang sama.

"Karena laporan tersebut dalam format PDF di komputer dan dikirim vis WhatsApp, sulit untuk membedakan antara laporan palsu dan asli," ujar Thakur menambahkan.

Parashar mengaku telah memberikan laporan tes Covid-19 palsu kepada lebih dari 75 pasien.

Semua laporannya tersebut menggunakan nama-nama pusat diagnostik seperti CRL Diagnostics Lab, Modern Diagnostic and Research Center, Dr P Bhasin Pathlabs (P) Ltd dan Prognosis Laboratories.

Ia juga mengaku telah memalsukan tes Covid-19 ini selama dua setengah bulan terakhir.

Untuk mendapatkan la[oran tes palsu Covid-19 ini ia mematok dengan biaya 2400 rupee India atau sekira Rp 483 ribuan.

Polisi menjelaskan, tidak ada kriteria khusus untuk memutuskan negatif atau positif.

Sesuai dengan gejala pasien, laporan kemudian dibuat.

Sampel yang diambil, lanjut polisi, kemudian dihancurkan dan tidak pernah diuji ke laboratorium.

Demi mendapatkan bukti yang lebih akurat, polisi sedang mendalami kasus ini.

Serta investigasi lebih lanjut dilakukan untuk melacak orang lain yang terlibat dalam hubungan itu.

(TribunStyle.com/Nafis)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : TEGANYA Dokter Ini Manfaatkan Situasi Keruh Pandemi Covid-19, Palsukan Hasil Rapid Test Demi Fulus