Berita Viral dan TerUpdate

Friday

Pengakuan Siswi SMA Diperkosa Ayahnya Sejak Umur 12 Tahun, Ibu Tiri Ikut Paksa dan Pegangi Tangan

Pengakuan Siswi SMA Diperkosa Ayahnya Sejak Umur 12 Tahun, Ibu Tiri Ikut Paksa dan Pegangi Tangan

Pengakuan Siswi SMA Diperkosa Ayahnya Sejak Umur 12 Tahun, Ibu Tiri Ikut Paksa dan Pegangi Tangan

 

Seorang siswi yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Manoi, Sorong, Papua Barat berinisial SR (16) menjadi korban pemerkosaan.

SR diperkosa oleh ayah tirinya berinisial ADR sejak umur 12 tahun.

Dia sudah diperkosa ayahnya sebanyak tujuh kali sejak empat tahun terakhir. 

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Jumat (6/11/2020), SR saat ditemui mengaku trauma akan kejadian ini.

Ironisnya, sang ibu tiri ikut terlibat dalam kasus tersebut.

Ibu tiri ikut memaksa dirinya agar mau melayani nafsu bejat sang ayah tiri.

SR mengatakan, kejadian ini bermula ketika ADR ingin tidur dengan anak tirinya.

Entah alasan apa, ADR tiba-tiba berpikiran demikian.

ADR meminta pertolongan istrinya agar memberi uang SR untuk jalan-jalan.

Uang akan diberikan jika korban mau melayani nafsu bejat ayahnya.

Walau sudah menolak, ibu tiri itu tetap memaksanya.

Dirinya juga sudah sempat memberontak agar bisa kabur. 

Bahkan, ibu tiri SR memegangi tangannya agar ayah angkatnya itu lebih mudah memperkosanya.

"Saya sempat dipaksa oleh ibu tiri untuk melayani ayah, namun dalam kondisi itu sempat saya merontak hingga tak berdaya."

"Kemudian, ibu saya pegang kedua tangan dan akhirnya saya diperkosa," ujar SR.

Selama empat tahun SR merasa takut untuk melapor hingga tidak ada yang tahu masalah ini.

Setelah sekian lama, SR menceritakan baru berani melaporkannya pada Kamis (5/11/2020).

Kini dirinya merasa trauma dengan apa yang sudah dilakukan ibu dan ayah tirinya.

Kasus ini lantas ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolres Sorong Kota.

Keluarga SR kini merasa sangat tidak terima dengan pasangan suami istri tersebut.

Sehingga mereka langsung mendatangi polisi. 

Belum diketahui alasan mengapa ibu tiri bisa tega dan mau menyerahkan anaknya untuk diberikan pada suami.

Selain itu, dalam melancarkan perbuatan mereka, pasangan tersebut sering mencampurkan obat tidur pada roti SR.

Sehingga korban tak berdaya setiap diperkosa ayahnya.



Kata Polisi

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sorong Kota Bripka Johni Sompotan membenarkan laporan tersebut.

Sehingga, Johni langsung membentuk tim PPA dan Resmob untuk mengejar pelaku ADR.

Kini polisi masih akan menyelidiki lebih lanjut terkait kasus ini.

Ia masih akan mencari tahu alasan mengapa sang ibu tega menyerahkan anaknya.

Sedangkan korban SR akan diberikan pendampingan agar sembuh dari rasa traumanya.

Pasangan suami istri tersebut kini terjerat Pasal 81 Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Mereka terancam hukuman lima sampai 20 tahun penjara. (TribunWow.com/Mariah Gipty)

Artikel ini diolah dari Kompas.com 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengakuan Siswi SMA Diperkosa Ayahnya Sejak Umur 12 Tahun, Ibu Tiri Ikut Paksa dan Pegangi Tangan